Aku ... bukan memandang rendah kamu. Aku hanya mengira, kita sama. Dulu! Ya, sebelum aku tahu siapa kamu. * Melakukan panggilan video dengan Reygan membuat wanita itu merindukan suaminya. Padahal, hanya beberapa jam mereka tak bertemu dimulai dari saat Reygan harus berangkat ke kantor. Wulan tak menyangka, jika ia akan menjadi serindu saat tak bertemu dengan suaminya. “Apa bunga-bunga ini sudah pipih dengan sempurna?” tanya Wulan pada dirinya sendiri sambil melihat pada tumpukan buku tebal yang ia gunakan untuk menindih bunga di sela-sela halamannya. “Lebih baik aku tunggu besok saja,” gumamnya. “Wulan?” Tok tok tok! Sebuah panggilan diikuti dengan ketukan pintu ia dengar. Dengan segera Wulan langsung membukakan pintu, karena ia kenal dengan suara perempuan yang memanggilnya

