71. Gaun yang Sempurna

1067 Words

“Wah, gaunnya cantik.” Sekar menemani Wulan saat waktunya mereka fitting baju untuk terakhir kalinya sebelum hari pesta pernikahan akan dimulai. Sementara Wulan juga tak kalah takjub dengan gaun cantik tersebut. Dia melihat bagaimana detail dari baju tersebut dibuat. “Nah, ini desain satu lagi, untuk resepsi malam harinya.” Sang desainer menunjuk pada manekin yang dipasangi gaun dan sedang didorong oleh asistennya untuk ditunjukkan pada sang pengantin. “Silakan dicoba dulu. Nanti kita lihat apa ada yang kurang,” tutur sang desainer. Sekar yang tak sabar langsung melihat ke arah Wulan dengan mata berbinar. Sementara sang menantu malah bingung dan kaget karena diminta untuk mencoba gaun yang sebagus ini. “Ini ... aku coba?” tanya Wulan dengan agak gugup. Sang desainer mengangguk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD