Reygan tak memiliki pemikiran apa-apa saat sang papa meminta dirinya datang. Bahkan sepanjang jalan menuju ke ruangan tersebut, dia memikirkan berbagai hal yang ia temukan saat memeriksa lapangan kemarin pada pria tersebut. Sampai ia tiba di ruangan milik pria paruh baya dengan rambut yang masih terlihat hitam legam itu. Reygan tak menyangka akan melihat tatapan tajam tersebut. “Entah siapa yang menulis ini, tapi benar atau tidak benar berita yang beredar tersebut, papa ingin kamu segera membereskannya. Papa tidak mau proyek yang baru saja kita jalankan sepuluh persen ini harus dihentikan karena berita miring seperti ini!” Satria berdiri membelakangi Reygan. Pria itu langsung mengatakan hal tersebut begitu mendengar ada suara seseorang yang masuk ke ruangannya. Reygan tak bisa meli

