“Jadi ... sebenarnya pria itu juga ada saat itu?” Wulan mengulang ucapan Reygan sambil memikirkan sesuatu. “Iya, memang kenapa?” Reygan jadi penasaran. “Sebenarnya, saat hujan besar dan terjadi longsor di Cirata, aku sedang berada di sana. Saat longsoran pertama itu, jalanan dari Cirata menuju Ciwanoja sama sekali belum tertutup dan masih bisa dilalui walau aksesnya cukup sulit. Aku adalah salah seorang tim medis yang bertugas untuk menjemput dan memeriksa warga desa Ciwanoja yang masih ada di Cirata. Kami melakukan pendataan warga dan memastikan siapa saja yang hilang,” jelas Wulan yang membuat Reygan terkejut. “Lalu ... apa hubungannya dengan Wiliam?” tanya Reygan lagi. Wulan pun melihat kembali ke arah Wiliam yang berjalan menaiki tangga. Mulutnya terdiam sejenak sambil menatap

