Bagian 11

1533 Words
Tatapan Easter tak pernah beralih dari sang mate. Pria ini setia menunggu Vele untuk bangun. Dia tahu penyebab pingsannya gadis ini, tidak lain dan tidak bukan adalah karena Vele mentransfer energinya pada Vale agar kembarannya itu bisa segera bangun. Mungkin karena terlalu banyak energi yang Vale ambil mengakibatkan Vele jatuh pingsan. Dan Easter mau tidak mau harus memberikan energinya juga kepada Vele. Ia berharap gadis ini segera bangun. Beberapa saat kemudian Easter melihat mata sang mate mengerjap beberapa kali. Sepertinya Vele sudah memiliki kesadarannya. Vele manatap atap kamar yang ia tempati semalam, ini kamar Easter. Kemudian kepala gadis ini menoleh 90 derajat, dan langsung matanya bersinggungan dengan milik Easter. Vele mencoba untuk bangun dari tidurnya sebelum akhirnya suara interupsi Easter membuatnya urung untuk bangun. "Jangan coba-coba untuk bangun dan menemui Vale. Kamu tidak aku ijinkan pergi dari kamar ini," ucapnya. "Kenapa begitu? Aku perlu melihat keadaan Vale sekarang," jawab Vele yang selalu keras kepala menurut Easter sendiri. Pria itu berjalan mendekat, kemudian dia duduk di sisi ranjang dengan tatapan yang tak pernah beralih dari sang mate. "Apakah kamu tau jika kamu baru saja bangun dari pingsan?" Vele mengernyit mendengar pertanyaan dari pria ini. Dia mencoba mengingat kejadian sebelumnya. Dia mencoba mantra untuk mentransfer energi kepada Vale, dan karena saking banyaknya Vale dan Cesse mengambil energinya, Vele merasa badannya lemas. Kemudian, dia tak ingat apa pun selain kegelapan. "Seharusnya kamu berpikir sebelum bertindak. Tindakanmu itu benar-benar bahaya. Jika saja aku tidak di sana dan buru-buru memberimu energi lagi, mungkin kamu akan lama untuk bangun," ungkapnya. Vele menatap pria ini. Easter memberinya energi? Pantas saja ia merasa tubuhnya ringan kembali. Tapi, kenapa pria ini repot-repot membantu jika nanti endingnya ia ingin membuat keluarga Vele tak bisa bersatu? Tak ingin banyak berbicara, Vele mencoba untuk bangun kembali dan turun dari ranjang. Tentu Easter langsung mencegahnya. "Apakah kamu tidak mendengar perintahku?" tegur pria ini. "Aku butuh bertemu keluargaku," jawab Vele. "Itu bisa nanti. Kamu harus banyak istirahat," katanya. "Aku sudah sehat sekarang." "Aku tidak mengijinkanmu pergi." "Atas dasar apa kamu melarangku untuk bertemu keluargaku?" "Aku mate mu." "Tapi aku tidak pernah menganggapmu mate ku." "Vele!" sentak Easter tanpa sadar hingga Vele terkejut dibuatnya. Melihat keterkejutan di wajah gadis ini membuat Easter frustasi. "Berhentilah keras kepala dan turuti perintahku," katanya yang kemudian berlalu pergi masuk ke kamar mandi untuk menenangkan diri. Vele mengerjapkan matanya beberapa kali melihat kepergian Easter yang nampak frustasi. Vele merasa apa yang dia lakukan sudah benar, tetapi kenapa Easter selalu melarangnya? Di dalam ruang perawatan sendiri masih dengan keadaan Albus dan Cale yang tak mampu berkata-kata. Setelah fakta baru itu Vale katakan, keduanya benar-benar syok dan tidak menyangka takdir putrinya harus bersanding dengan sang penguasa jagat raya ini. "Ibu ... Ayah ... aku tau kalian pasti terkejut. Kita sama, Vele pun juga sama terkejutnya ketika sang raja mengklaim jika Vele adalah mate nya." "Ayah ... Ayah tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ayah senang akhirnya Vele menemukan pasangannya, tetapi jika itu adalah raja, maka ini akan menjadi hal yang rumit." "Ibu juga sama. Ibu senang Vele bertemu mate nya, tetapi mengingat sikap keras kepala dan tidak ingin mengalahnya Vele membuat Ibu khawatir apakah raja bisa  menghadapinya?" Vale tau dibalik kekhawatiran itu, pasti keduanya bahagia melihat putri mereka. Vale pun juga sama, ia senang Vele bisa bersama dengan pasangannya. "Masalahnya adalah, Vele menolak takdirnya. Dia menolak Raja Easter," ungkap Vale langsung. Ini kembali menjadi fakta baru yang mengejutkan kedua orang tuanya. "Apa yang dia lakukan? Tidak seharusnya dia mengatakan hal itu, apalagi kepada sang raja," ucap Cale yang tak setuju dengan keputusan Vele. "Vele melakukan itu semua karena peraturan yang raja buat, Bu. Kita semua tau jika peraturan di sini tidak ada pernikahan antar bangsa. Raja dan Vele adalah pasangan berbeda bangsa, itu tentu tidak boleh. Meskipun raja sudah menjelaskan jika peraturan tidak berlaku untuknya, tetapi Vele tetap pada pendiriannya jika mereka tak bisa bersama kecuali peraturan itu dihapus," terang Vale sekali lagi. "Ini semua pasti karena kita, Al," ujar Cale yang benar-benar merasa bersalah karena putrinya rela berkorban. Albus menenangkan Cale agar tak terlalu khawatir. "Dia hanya ingin membela keluarganya sekaligus menegakkan keadilan," sahut Albus seperti setuju dengan pemikiran putrinya itu. "Dia keras kepala, suka bertindak sendiri, dan tak ingin dibantah. Aku selalu tau sifat dia, Albus. Putrimu itu sulit untuk diatur jika tak ada orang yang tegas kepadanya. Bahkan aku cukup sulit mengaturnya selama ini," papar Cale. "Mari kita berdoa agar raja bisa membuat Vele berubah menjadi lebih baik," lanjut Albus. Cale mengangguk setuju, Vale meringis. Dia tak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya Vele nanti jika tahu bila kedua orang tua mereka setuju Vele bersanding dengan Easter. "Aku mau keluar!" kata Vele dengan tegas. Ini benar-benar sial untuknya, Easter tak membiarkan dirinya keluar kamar. Pria itu mengunci pintu, dan sayangnya Vele tak bisa menggunakan teleportasi di kerajaan ini. Sepertinya Easter tak ingin kejadian waktu itu di mana Vele kabur terjadi lagi. "Jangan repot-repot menggunakan teleportasi milikmu. Itu tidak akan berguna lagi di kerajaanku," ucap Easter santai. Pria ini benar-benar santai, bahkan dia nampak membaca sebuah buku dengan tenang sembari duduk di sofa. Kesal karena sikap semena-mena pria ini, Vele pun menghampiri Easter sembari melemparkan sandal miliknya yang dengan sigap pria itu tangkap. Vele menganga, ia melihat jika Easter fokus ke buku. "Jangan coba-coba, Vele. Apakah kamu lupa sedang berhadapan dengan siapa?" ucap pria ini dengan dingin. Easter meletakkan bukunya di meja, kemudian dia berdiri dan berjalan menuju ke tempat Vele berada. Gadis itu gugup, bisa saja Easter murka karena sudah ia lempari sandal. "Pakai sandalmu," titahnya. Vele melihat Easter yang meletakkan sandal milik Vele di lantai. Dengan malu-malu, Vele pun memakainya. "Sepertinya pencipta sangat adil sekali kepadaku. Dia memberiku mate yang keras kepala dan susah diatur. Bertindak semaunya dan sedikit bar-bar. Aku akan mengajarimu bagaimana bersikap yang baik," tuturnya. "Hei! Aku tidak seburuk itu!" bantah Vele. Hal yang Easter sebutkan sangatlah tidak bagus. Sembari bersedekap, Easter menatap gadis ini penuh. "Coba jelaskan di mana letak hal baik dari dirimu?" tanyanya. Vele menganga dengan pertanyaan bodoh dari rajanya ini. "Apakah aku terlihat benar-benar buruk di matamu?" Easter  menatap Vele dari atas hingga bawah, menilai keseluruhan gadis ini. "Hei! Tidak sopan melihat perempuan seperti itu! Dasar jelalatan!" sembur Vele kala itu. Easter tertawa kecil melihat respon mate nya ini. "Aku memiliki hak di sini. Aku bebas melihat mate ku sendiri, itu hakku. Aku tidak jelalatan kepada sembarangan perempuan, itu hanya kepadamu saja," jelasnya. Vele mendengkus mendengar perkataan sok manis pria ini. "Apakah kamu pikir aku bodoh? Aku tau bagaimana tabiat raja dan pangeran di sebuah kerajaan. Bermain dengan banyak wanita adalah keahlian mereka," sahut Vele dengan senyum kemenangan. Easter tentu tak suka dengan pernyataan yang Vele ucapkan. Pria itu dengan sedikit kekesalan memegang kedua bahu Vele sedikit kuat. Vele yang mendapat gerakan tiba-tiba itu pun tersentak. "Jangan samakan aku dengan raja dan pangeran yang ada di dalam pikiranmu itu. Aku tidak pernah sedikitpun berpikir untuk bermain dengan wanita lain. Hanya dirimu, hanya dirimulah yang selalu ada di dalam hati dan pikiranku. Jangan pernah meragukan ikatan mate kita, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengkhianati dirimu," ungkap Easter dengan penuh keyakinan, kekesalan, dan kemarahan di sana. Vele menelan ludahnya dengan susah payah. Kemarahan pria ini yang tiba-tiba ini membuatnya sedikit gugup. Melihat ekspresi terkejut dari Vele membuat Easter tersadar dan merasa frustasi. Dia pun langsung menubrukkan bibirnya pada benda kenyal yang selalu ingin ia cicipi. Mata Vele membulat sempurna tatkala merasakan ciuman dalam dan menutut penuh dengan frustasi dari Easter itu. Tak mendapat balasan dari sang mate membuat Easter kesal, dia pun mengigit bibir gadis ini dan Vele terpekik kaget dan di saat itu Easter pun mengabsen seluruh isi mulut mate nya. Ciuman itu sangat dalam. Meskipun ini pertama kali bagi Easter, tetapi dia cukup bisa untuk memimpin. Vele tanpa sadar meneriman ciuman itu, bahkan ia mengaitkan tangannya di bahu Easter. Dan semakin dalam juga ciuman mereka. Tok tok tok Ketukan pintu membuat Vele tersadar. Gadis ini langsung mendorong tubuh Easter kuat. "s**t!" Pria itu mengumpat keras. Di saat dia sudah mendapatkan Vele, ada saja pengganggu di sekitarnya. Vele yang baru saja menyadari tindakannya pun merasa bodoh. Bagaimana dia bisa menikmati ciuman yang Easter lakukan. "Diam dan tetap di sini. Kita akan lanjutkan nanti," kata Easter yang langsung berjalan menuju ke pintu dan langsung menutup pintu itu dengan keras karena saking kesalnya. Diam dan tetap di sini. Kita akan lanjutkan nanti. Sederet perkataan pria itu melintas di kepala Vele dan pipinya pun berubah menjadi semerah tomat. Sial, bisa-bisanya dia malu-malu sekarang. Easter menatap tajam si pengganggu hari baik miliknya. Jake menghadap Easter sedikit kikuk. Sepertinya ia telah mengganggu waktu sang raja. "Katakan. Jika hal yang kau katakan tidak penting, maka bersiaplah kehilangan kepalamu," ujarnya dengan kejam. Easter sudah cukup bersabar sejak lama untuk mendapatkan Vele. Ketika dia memiliki kesempatan, ada saja pengganggu. "Raja ... kami menemukan vampir-vampir itu lagi. Kali ini vampir itu setengah sadar, dan saya sudah menanyakan beberapa hal kepadanya," lapor Jake. "Ayo. Aku ingin bertemu dengan vampir itu," ajak Easter yang berjalan lebih dulu disusul oleh Jake juga. Untuk Vele, ia akan memberikan mate nya itu waktu istirahat di dalam kamar. Easter sudah tak sabar untuk bertemu dengan mate nya lagi. ______ Easter macam orang bucin ._. Yok, jangan lupa komen ya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD