Naya turun dari mobil diikuti Mirna, Bahri, Ferdi dan juga Aisha. Aisha melihat ke bangunan megah di hadapannya. Seketika dia menggenggam erat tangan Naya dengan ekspresi ketakutan. Naya yang mengerti maksud dari genggaman tangan Aisha, langsung berjongkok di sampingnya sembari tersenyum. "Isha takut ya?" tanya Naya yang langsung dijawab Aisha dengan anggukan kepala. "Kan ada Bunda sama Ayah nanti di dalam. Aisha jangan takut." "Bunda gak akan ninggalin Isha, kan?" Naya menggelengkan kepala. "Gak akan, Sayang. Tapi nanti saat di dalam, Aisha harus ceritakan sejujur-jujurnya sama Hakim, jangan bohong, jangan takut, jangan hanya diam saja. Oke?" "Jangan dihasut anak kecil!" Terdengar suara seseorang yang membuat Naya memutar kedua bola matanya. Dia tanda suara itu, suara yang sebenarny

