Naya menatap Rendra yang sudah hadir dan duduk di hadapannya. Naya yang tidak mau membiarkan dirinya duduk seorang diri di ruang kerjanya dengan dua sejoli yang berhasil menghancur leburkan hidupnya itu, memutuskan untuk duduk di mejanya yang terletak di lantai satu tempat semua pajangan patung dan semua karyawannya bekerja. Naya membuka bukunya, meraih pensil dan tali meteran, lantas memanggil Cindy dan juga Linda yang bertugas menjahit gaun pengantin Narumi dan Rendra untuk turut membantunya. "Maaf, Mbak Narumi, kita bisa mulai sekarang?" tanya Naya mencoba bersikap selayaknya designer dengan kliennya. "Kaku banget, Mbak, tapi boleh ya kalau suami aku dulu yang diukur, soalnya dia mau balik kerja lagi." Tanpa rasa malu, Narumi menyebutkan status Rendra untuknya di depan semua kar

