31. A shocking announcement

1327 Words

Entah dari mana dia menemukannya, Kevin tiba-tiba menyampirkan kain di sekeliling tubuh Lucia sebelum berdeham untuk memulai kisahnya. “Saat itu tim kami ditugaskan di wilayah konflik bersenjata untuk menyelamatkan anak Presiden salah satu negara di Benua Eropa. Dia sedang berlibur di pantai di dekat sana. Di sana sudah penuh mayat para prajurit. Ada tangan yang hilang, kepala hancur, organ dalam yang keluar. Lalu kami melakukan banyak pertarungan dan baku tembak.” Lucia mengernyit sambil berdesis jijik, “Ew.” “Bang! Bang! Crack! Crack! Akh!” seru Kevin mengikuti suara tembakan. Memegang sampah kertas yang seolah keluar dari kakinya, dia melanjutkan, “Aku berdarah dan sulit berdiri.” “Lalu tembakan berikutnya sudah mengarah kepadaku. Aku pikir itu adalah hari terakhirku bisa bernapas.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD