“Hei, aku bertanya!” seru Arthur. Tangannya disentak dengan kuat ditambah nada pria itu yang tajam membuatnya terkesiap panik. Dia menggerakkan kepalanya menatap Arthur, bergetar. Kenapa dia bisa tertangkap basah, sih?! “S-Saya ....” Arthur menyipitkan matanya semakin membuat wanita itu ketakutan. Dia dengan sigap merampas bungkus bubuk yang wanita itu genggam sangat kencang. “Apa ini?” Lagi, tidak ada jawaban selain tubuh menggigil. Dia yang gugup melirik ke sembarang arah ingin mencoba kabur. Namun, sayangnya pandangannya bertemu dengan ketua tim WO yang bernama Wulan. Wanita itu mengerutkan dahinya memperhatikan gelagatnya dan Arthur yang mencurigakan. Jadi dia mendekat. “Ada apa ya?” Arthur memandangi wanita yang baru saja datang. Setelah mengetahui siapa, barulah dia menyerahkan

