18. The evil plan

1311 Words

Tiba di depan Ian, Lukman menyerahkan tangan anaknya kepada pria berbadan besar itu. “Aku menyerahkan anakku kepadamu. Jaga Cia, jadikan dia satu-satunya ratu di dalam rumah tangga kalian, dan berbahagialah sampai tua bersama.” Ian mengangguk tanpa goyah. “Tentu, Om Lukman.” Lukman menatap anaknya kembali. Pandangan sedih dan bahagia bercampur aduk. Melihat bagaimana anaknya tersenyum lembut, cukup memantapkan hatinya merelakannya kepada Ian. Pengucapan sumpah suci dilakukan dalam sekali dan berhasil sangat baik. Lucia menatap cincin yang tersemat di jarinya yang ramping dengan pandangan lega dan berusaha untuk menahan air mata haru. Ya, dia sungguh lega karena berhasil keluar dari sangkar emas yang menyesakkan itu. Tiba saat mereka akan berciuman, Lucia sedikit gugup sebab ini ciuman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD