CHAPTER 25

1759 Words

Lily dan Aaron akhirnya sampai di restoran tempat mereka akan makan siang bersama ibu Aaron. Restorannya tidak semewah bayangan Lily, cukup besar namun lebih terkesan hangat—cocok untuk makan siang bersama keluarga ataupun sahabat. Syukurlah, setidaknya Lily tidak salah kostum—batin Lily lega. Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam restoran. Tiba-tiba Lily merasakan tangannya digenggam Aaron erat. Sontak Lily menatap Aaron bingung. “Saat ini kau sedang berperan sebagai kekasihku, ingat?” kata Aaron membuat Lily sadar akan perannya saat ini. Lily menundukkan kepalanya malu. Benar, saat ini dia sedang berperan sebagai kekasih Aaron. Memang apa yang sedang ia harapkan?—rutuk Lily dalam hati. Mereka kemudian berjalan dalam diam. Dan genggaman Aaron pada tangannya semakin mengerat begitu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD