CHAPTER 26

2063 Words

Perjalanan menuju rumah terasa sangat mencekam. Tidak ada obrolan yang keluar dari mulut keduanya—biasanya mereka memang selalu diam dan tidak banyak bicara, tapi aura kali ini terasa berbeda dan Lily tidak tau kenapa. Sesekali Lily melirik ke arah Aaron yang sibuk menyetir. Wajah pria itu terlihat tegang, Aaron memang memiliki wajah yang sangar karena rahangnya yang tegas, namun kali ini wajahnya terlihat lebih sangar dibanding biasanya—bahkan agak menakutkan bagi Lily, pria itu terlihat marah sekarang. “Jadi, pria tadi adalah pacarmu?” “Mantan pacarku,” ralat Lily. “Kami sudah putus beberapa menit yang lalu,” lanjutnya lagi. Tidak ada respon dari Aaron. Tapi Lily bisa merasakan laju mobil yang semakin cepat. Sepertinya pria itu tidak suka dengan jawabanku—batin Lily mulai takut. “J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD