“ Rin, anakmu dikasih nama siapa?” tanya dr. Santi. Dia masih menggendong bayi merah berwajah tampan itu. “Haikal Adnan Taslan, nama pemberian nenek suamiku,” jawabku “Nama yang sangat bagus, sesuai dengan paras wajahnya yang tampan,” ujar dokter mencium kening bayi dalam gendongannya. Kini bayi merah itu menikmati asi pertama yang aku berikan, saat melihatnya wajahnya sangat mirip dengan Farel . Hati bertanya-tanya. Bagaimana reaksi Farel saat melihat putra tampannya, Aku yakin dia sangat bahagia. Tapi maaf , aku harus mengubur impianmu melihat putramu, saat ia lahir, semua itu aku lakukan untuk kebaikan dan keselamatan putranya dan keselamatan ku juga. "Kasihan kamu Nak, tidak seharusnya kamu lahir dengan keadaan sulit seperti ini, tetapi bibi kamu wanita yang gila dan kejam," uca

