Aku msih duduk terdiam, sibuk dengan pikiran sendiri “Rin, setelah meninggalkan anakmu di panti, apa yang ingin kamu lakukan?” tanya dr. Sinta saat kami duduk di taman di depan panti asuhan. Kini, bayi berusia satu bulan itu sudah dijaga seorang pengasuh yang aku gaji khusus untuk merawat baby Haikal. Tubuh ini duduk bersama sang dokter, tetapi, jiwaku serasa melayang entah kemana, tubuhku, bagai raga tak punya roh, duduk diam, kata-kata dan pertanyaan yang di lontarkan dokter cantik itu, menguap begitu saja , tanpa meresap sedikitpun dalam otakku. Bau wangi tubuh putraku masih menempel di tubuhku, ingin rasanya aku mendekatnya dalam pelukanku setiap saat, memberinya asi layaknya seorang ibu. Tetapi keinginan itu rasa berat untuk aku lakukan. Aku merasa seakan-akan kehilangan satu ang

