Naik pesawat dari Bali ke Jakarta, setelah beberapa jam akhirnya tiba juga di Bandara Halim Perdana Kusuma, aku sengaja memilih bandara itu, agar lebih cepat tiba di rumah Ibu malam itu. Saat ingin pulang kerumah, aku tidak sempat membeli oleh-oleh tidak mungkin rasanya aku datang lepas tangan, tanpa membawa apa-apa. Kerena tidak baik bertemu orang tua tanpa buah tangan, itulah yang selalu Ibu bilang padaku saat aku ada pekerjaan di luar kota. Karena aku dulu tidak pernah membawa oleh-oleh untuknya, aku terlalu cuek dan selalu benci pada beliau. Dulu aku selalu menyalahkan Ibu. Kenapa hidupku menderita seperti ini? Untuk apa aku dilahirkan di dunia ini, hanya untuk sengsara, itu dulu yang selalu aku katakan padanya jika aku banyak masalah. Dulu aku sangat membenci ibu, karena tidak pe

