Kepergian Ibu membuat hatiku kian hancur. Namun, hidup akan tetap berlanjut, Aku tidak boleh berlarut dalam keterprukan dan kesedihan, ada tiga anak yang masih membutuhkanku. Setelah menjenguk dan mengungkapkan isi hati ini, ke kuburan ibu, Aku pulang. “Kok, cepat bangat, Mbak?” tanya bapak driver saat kami meninggalkan pemakaman. “Tidak Pak dia sudah meninggal, kita bisa apa?” ujarku sembari menutup pintu mobil. “Tidak membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dulu, untuk Ibunya?” tanya Bapak tersebut. “Saya tidak bisa baca Alquran, Pak.” “Mbak Islam' kan?” Emosiku memuncak saat, ia mempertanyakan agamaku. “Apa maksud bapak bertanya tentang keyakinan saya, keyakinan saya hak saya,” ucapku dengan nada marah. “Maaf Mbak, saya tidak bermaksud menilai tentang keyakinan Mbak,sebagai umat muslima

