Ara keluar dari rumah menuju mobil Kyuhyun yang Ia yakini masih disana karena Kyuhyun tidak mungkin meningalkannya. Namun ketika melihat ke dalam mobil, Ara tidak menemukan Kyuhyun membuatnya sedikit cemas. Helaan nafas lega terdengar ketika sudut mata Ara melihat Kyuhyun sedang berdiri di bawah pohon seberang jalan.
"Apa yang Kau lakukan di sini?...." Tanya Ara dengan gaya cueknya. Kyuhyun melirik Ara sekilas sebelum kembali mengalihkan tatapannya entah melihat apa.
"Kau sudah ingin kembali ke Seoul?..." Sekali lagi Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Ara dan hanya melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
"Jika Kau ingin kembali, kembalilah sendiri.... Aku akan menginap di sini..." Ucap Ara lagi. Kyuhyun otomatis membalikkan tubuhnya menatap Ara dan membulatkan matanya terkejut.
"Apa Dia benar-benar ingin mendekati Kim Bum...." Batin Kyuhyun bertanya kesal.
"Tubuhku lelah sekali.... Kita sudah bolak-balik dari tadi dengan perjalanan yang lama...." Belum sempat Kyuhyun mengungkapkan protes kekesalannya Ara sudah lebih dulu mengungkapkan alasannya.
"Jadi Kalau Kau ingin pergi maka pergilah sekarang sebelum terlalu malam.... Aku akan di sini... Kim Bum juga sudah memberiku izin dan menunjukkan kamarku.... Aku masuk.... Sampai jumpa...." Tanpa mendengar ucapan Kyuhyun, Ara melangkahkan kakinya dengan santai kembali ke dalam rumah. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengepalkan tangan kesal penuh emosi sebelum melanjutkan langkahnya kembali memasuki mobil.
Ara menghentikan langkahnya sebelum membuka pintu ketika menyadari Kyuhyun tidak mengikutinya dan justru memasuki mobil. Tentu saja Ara hanya main-main ketika menyuruh Kyuhyun kembali ke Seoul seorang diri karena Ia tahu Kyuhyun tidak akan melakukannya apalagi harus meninggalkan Ara.
"Kau lelah?!.... Sepertinya Aku terlalu lama menggantungmu dalam hubungan ini...." lirih Kyuhyun tepat ketika Ara sudah memasuki mobil. Kyuhyun menyadarkan kepalanya pada stir sembari memejamkan mata.
"Kau benar-benar berfikir Aku akan menggoda Kim Bum?!...." Tanya Ara datar menghadap lurus ke depan.
"Kau masih mencintaiku... Aku tahu... Kau yang mengidolakan Kim Bum pun Aku tahu..... Dia pria hebat.... Mungkin saja Kau berniat membalasku dengan membuatku cemburu...."
"Itu yang Kau fikirkan tentangku?..."
"Untuk saat ini iya...."
Ara hanya menghela nafas tanpa membantah. Kyuhyun saat ini sedang galau jadi wajar jika banyak fikiran negatif di benaknya.
"Dalam hubungan ini sepertinya Aku lebih banyak memberi penderitaan padamu.... Tanpa status yang jelas, seringkali orang menggunjingmu sebagai pelakor karena kedekatan kita, mendapat pandangan sinis dari keluargaku dan keluarga So Eun.... Aku bahkan tidak tahu pernah memberimu kebahagiaan atau tidak.... Kau banyak berkorban untukku... Demi So Ra... Demi Appa... Wajar jika Kau lelah dan ingin membalasku...." ucap Kyuhyun semakin lirih penuh kesedihan dan rasa bersalah.
"Apa Kau sangat cemburu sehingga bisa berfikir bodoh seperti itu?..." Tanya Ara santai dan sudah menghadap Kyuhyun.
"Hmm.... Aku sangat cemburu... Apalagi saingannya pria seperti Kim Bum...." ucap Kyuhyun kini dengan nada menggebu dan juga kesal. Sedangkan Ara hanya bisa memutar matanya malas.
"Kau.... Apa kau tidak pernah cemburu melihatku dan So Eun?....." Tanya Kyuhyun menuntut karena selama ini Ara tidak pernah protes mengenai kedekatannya dengan So Eun.
"Awwww..." Kyuhyun berteriak saat tiba-tiba Ara menarik tangannya dan menggigitnya kuat hingga berbekas.
"Itu agar Kau sadar dari kebodohanmu... Tentu saja Aku pernah cemburu bodoh...." kesal Ara. Sedangkan Kyuhyun tidak menanggapi karena sibuk mengusap bekas gigitan Ara ditangannya agar tidak sakit lagi.
"Aku bahkan pernah membenci So Eun..." kalimat Ara berhasil mengalihkan pandangan Kyuhyun padanya dengan penuh keterkejutan.
"Saat kita kembali bersama namun kalian belum bercerai, Aku berfikir itu keinginan So Eun karena Ia mencintaimu.... Karena itu Aku memonopolimu selama hamil dengan alasan anak kita padahal Aku yang ingin menjauhkan kalian...."
"So Eun tidak seperti itu.... Dia..."
"Aku tahu.... Karena itu Aku selalu merasa bodoh....Hingga So Ra lahir... Kita yang saat itu sangat bahagia hingga mengabaikan So Eun yang melihat kita.... Saat itu Aku ingin memamerkan pada So Eun jika kita adalah keluarga kecil yang bahagia dan sudah sempurna... Namun Aku melihat kesedihan di mata So Eun... Walau Dia tersenyum dan bahagia untuk kita namun Aku bisa merasakan kesedihannya.... Kesedihannya karena tidak bisa bersama pria yang Ia cintai apalagi memiliki keluarga kecil dan bahagia seperti kita....hikz...." Ara mulai menangis karena perasaan bersalahnya. Kyuhyun pun memeluk Ara mencoba menenangkannya.
"Aku baru menyadari kebodohanku yang merasa cemburu pada So Eun saat tau penderitaannya berpisah dari Kim Bum dan Aku justru membuatnya kesepian karena menjauhkanmu darinya.... Aku benar-benar jahat....hikz... Aku egois....hikz...."
"Saat Aku menceritakannya tentangmu dan juga membawamu kembali, seharusnya Dia bisa bersama Kim Bum... Namun Ia tidak mau melakukannya dan membuat Kim Bum tetap bersamanya dalam hubungan yang tidak pasti karena Eommanya... Dia juga tetap mau merahasikan perceraian kami hanya agar Appa tidak kembali terkena serangan jantung... Dia terlalu memikirkan orang lain tanpa peduli akan kebahagiaannya... " Ucap Kyuhyun.
"Hmm... Karena itu Aku berjanji untuk selalu menemaninya agar dia tidak kesepian... Aku mengizinkannya dekat denganmu dan So Ra... Aku memang sesih akan statusku yang dirahasiakan... Namun melihat So Eun yang tetap kuat meski berpisah dari pria yang Ia cintai membuatku juga berusaha kuat...apalagi Aku bersama pria yang kucintai dan juga mencintaiku.... Karena itu juga Aku tidak menuntutmu membawaku kepada keluargamu saat 2 tahun lalu Appamu meninggal... Aku ingin bahagia disaat So Eun juga bahagia bersama Kim Bum...." Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Ara merasa bahagia dan beruntung bisa memiliki wanita baik seperti Ara.
"Dan inilah saatnya.... Kita akan berjuang untuk bahagia bersama-sama dengan So Eun dan juga Kim Bum..." Gumam Kyuhyun dan diangguki Ara.
~oO0Oo~
"Berhentilah menangis.... " Ujar Kim Bum mengusap kepala So Eun di sebelahnya. So Eun sesegukan dengan wajah merah karena menangis juga kesal.
"Ara Eonni menyebalkan...." Gerutu So Eun sedangkan Kim Bum justru tersenyum geli.
Flashback
"Eonni.... Kim Bum Oppa milikku.... " Ucap So Eun tegas sembari menjauhkan tangan Ara dari Kim Bum yang otomatis membuat Kim Bum dan Ara terkesiap. Namun tidak lama Ara tersenyum santai sementara Kim Bum tersenyum simpul melihat reaksi So Eun.
"Memang itu yang seharusnya Kau lakukan.... Tegas dan sesekali Egois.... Bukannya rendah diri karena merasa tidak pantas lalu mendorong Kim Bum menjauh.... Jika ada yang mencintaimu dan Kau pun mencintainya maka sambutlah.... Karena kesempatan tidak selalu datang.... Siapa yang akan tahu jika mungkin Kim Bum akan menyerah karena lelah memperjuangkanmu sedangkan Kau justru mendorongnya menjauh...." Nasehat terlontar dengan lancar dari bibir Ara membuat So Eun terdiam. So Eun tahu tadi Ara hanya bercanda menggoda Kim Bum karena Ia tahu pasti seberapa besar cinta Ara pada Kyuhyun. Tapi Ia tidak menduga dengan semua ucapan Ara.
"Aku sudah pernah mendorong Kyuhyun menjauh saat Ia ingin memperjuangkanku di depan orang tuanya.... Aku justru pergi menghilang hingga aku sadar jika di rahimku sudah ada So Ra.... Sempat hidup tanpa seorang Ayah membuatku tahu bagaimana rasanya.... Jadi ketika Kyuhyun kembali untuk mengajakku bersamanya Aku tidak menolaknya.... Mungkin perjalanan masih panjang dan berliku, namun Aku yakin dengan kekuatan cinta kami maka kami akan bisa melaluinya... " Ujar Ara lagi sembari menerawang mengingat saat Kyuhyun memohon padanya.
"Tidak direstui, dianggap menjadi orang ketiga, menjadi isteri tanpa diketahui orang lain,.... Bahkan status So Ra yang lebih dikenal sebagai anak Kau dan Kyuhyun.... Awalnya sulit namun kami bisa melewatinya hingga saat ini...." Kim Bum dan So Eun menatap Ara prihatin. Mereka merasa jika berpisah dengan orang yang dicintai merupakan penderitaan terberat namun ternyata Ara juga menderita walau Ia bersama orang yang Ia cintai.
Terkadang kita merasa manusia paling menderita dan merasa iri dengan kebahagiaan orang lain. Namun tidak ada yang tahu jika dibalik tawa dan bahagia itu banyak juga masalah dan ujian yang Ia hadapi. Setiap orang pasti memiliki masalah, ada yang sama dan ada yang beda. Namun hal yang membedakan hasilnya adalah pilihan orang itu dalam menghadapi masalahnya yaitu meratapi nasib dan merutuk Tuhan atau menikmatinya dan bersyukur atas apa yang kita punya. Dan itulah yang dilakukan Ara.
"Aku akan mencari Kyuhyun yang kuyakin sedang merendahkan dirinya sendiri...." Ucap Ara sebelum menghilang keluar rumah. So Eun pun menatap Kim Bum kemudian mulai menangis.
"Hei kenapa menangis?....." Tanya Kim Bum tanpa mendapat jawaban dari So Eun yang lebih memilih memeluk Kim Bum. Kim Bum yang merasa mengetahui alasan So Eun menangis memilih hanya mememluk So Eun tanpa banyak bertanya.
Kim Bum yang menunggu So Eun, tetap berjuang mendapatkan So Eun walau ada Eomma So Eun yang menentang juga Kyuhyun yang dikira sebagai suami So Eun, namun So Eun justru mendorong Kim Bum menjauh dengan alasan mencintai Kyuhyun. Terlebih Kim Bum yang bersedia melepas So Eun asal So Eun bahagia. Berjuang mendapat orang yang kita cintai memang berat, namun yang lebih berat Ialah melepaskan orang yang sangat kita cintai asal Ia bahagia.
Kim Bum melakukan itu semua untuk menunjukkan betapa besar cintanya pada So Eun asalkan So Eun bahagia walau Kim Bum merasa sakit dan hancur.
Namun So Eun tidak pernah melakukan apapun untuk menunjukkan cintanya pada Kim Bum. Mendorong orang yang Kau cintai yang berjuang untuk mendapatkanmu dengan alasan agar Ia bahagia bersama orang yang lebih baik bukanlah ciri pecinta sejati. Itulah yang So Eun lakukan yang justru menyakiti Kim Bum, bukannya membuat Kim Bum bahagia.
Kebahagiaan itu adalah pilihan masing-masing dan hanya Ia sendiri yang tahu apa yang akan membuatnya bahagia. Jika seseorang sudah berjuang untuk memperjuangkan cintanya berarti Ia sudah memilih jika cintanya itulah yang akan membuatnya bahagia. Tidak ada yang bisa mengatur bagaimana orang lain bahagia jika orang itu tidak menginginkannya.
Namun itulah yang So Eun lakukan. Berulang kali menolak Kim Bum dengan alasan Ia tidak pantas untuk Kim Bum dan Kim Bum tidak akan bahagia. Sedangkan yang terjadi justru Kim Bum yang merasakan kehancuran. Karena itu So Eun kini menangis sesegukan merasa bersalah. So Eun juga baru menyadari ketika Ara menggoda Kim Bum, bagaimana takut dan sakitnya dia jika benar Kim Bum memilih Ara.
Flashback End
"Aku mencintaimu Kim Bum Oppa.... Jangan tinggalkan Aku.....hikz.... Kali ini Aku akan berjuang bersamamu....hikz" Ucap So Eun memeluk Kim Bum erat. Kim Bum tersenyum lebar dan membalas pelukan So Eun sesekali mengecup pucuk kepala So Eun.
"Aku juga mencintaimu.... Sangat.... Aku tidak akan pernah meninggalkanmu... Kita akan berjuang untuk bahagia bersama selamanya...." Ucap Kim Bum penuh tekad.
~oO0Oo~
Keesokan harinya mereka kembali ke Seoul untuk menemui orangtua masing-masing. Kim Bum dan So Eun akan menemui orang tua So Eun sedangkan Kyuhyun dan Ara akan menemui orangtua Kyuhyun.
Akhirnya mereka tiba di rumah keluarga So Eun dengan sang Eomma yang menyambutnya dengan wajah datar namun matanya menunjukkan kemarahan. Sedangkan Sang Appa hanya mengangguk mempersilakan mereka duduk.
"Langsung saja katakan apa mau kalian...." Ucap Eomma So Eun ketus.
"Eomma..." Protes So Eun lirih.
"Yeobo, sebaiknya berikan mereka minum.... Setidaknya Kim Bum.... So Eun, buatka-...."
"Tidak perlu.... Langsung saja... Aku tidak ingin lama-lama melihatnya... " Ucap Eomma So Eun dengan penuh kebencian membuat Kim Bum berfikir jauh. Sejak dulu memang Eomma So Eun tidak menyukainya namun tidak pernah terlihat begitu membencinya seperti saat ini. Kim Bum mulai berfikir jika sesungguhnya Eomma So Eun menolaknya bukan hanya karena Ia orang miskin.
"Saya kemari untuk melamar So Eun dan memulai kembali hubungan kami yang sempat terputus.... " Ucap Kim Bum yakin penuh tekad menatap Eomma So Eun.
"Aku tidak akan pernah mengizinkannya sampai kapanpun... Kau tidak pantas untuknya...." Ketus Eomma So Eun berdiri aembari menunjuk dan menatap Kim Bum tajam.
"Lebih baik kau pergi... Jika tidak-"
"Brukkk"
Semua orang terkejut ketika tiba-tiba So Eun bersujud di depan Eommanya.
"Aku mohon Eomma....izinkan Aku bersama Kim Bum Oppa... hikz... Dulu Aku sudah mengalah dan menikah dengan pria lain sesuai keinginan Eomma.... Hikz... Jadi sekarang Aku mohon Eomma....hikz... Izinkan Aku bersama Kim Bum Oppa....hikz..." So Eun memohon sambil terisak. Sang Eomma terduduk lemah merasa bersalah melihat penderitaan puterinya.
"Ahjumma.... Ku mohon izinkan Aku bersama So Eun.... Aku akan melakukan dan memberikan apapun asal bisa bersamanya...." Kim Bum kini ikut bersujud.
"Kau tidak dendam padaku?..." Tanya Eomma So Eun pada Kim Bum yang hanya mendapat kernyitan dahi pertanda Kim Bum tidak mengerti maksud Eomma So Eun.
"Kau tidak akan menyakiti So Eun untuk balas dendam akan perbuatanku?" jelas Eomma So Eun.
"Tidak... Aku bersumpah atas nyawaku... Aku tidak akan pernah ingin menyakitinya... Aku sangat mencintainya..." janji Kim Bum mantap.
"Baiklah... Kalian silahkan bersama..." ucap Eomma So Eun kemudian langsung berlalu meninggalkan So Eun, Kim Bum, dan Appa So Eun di ruang tamu.
"Bangunlah kalian.... Walau Eommamu belum benar-benar setuju atas hubunganmu dengan Kim Bum... Setidaknya Eommamu sudah memberikan izin kepada kalian untuk bersama..." hibur Appa So Eun kemudian membawa So Eun ke dalam pelukannya.
"Kau sudah banyak menderita.... Maafkan Appa yang tidak bisa banyak membantu... Appa harap setelah ini Kau akan selalu berbahagia...." Appa So Eun berusaha kuat dan tidak menangis karena perasaan bersalah yang tidak dapat banyak membantu So Eun dalam menghadapi masalahnya.
" Terima kasih Appa...hikz..." Kim Bum hanya bisa tersenyum lega dan berharap ini adalah awal kebahgiaan mereka.
The End
Maaf ya lama.... Endingnya cepet banget lagi...
Dari pada gantung jadi ya Aku paksain tamat ja deh... Nanti kalo ada ide lagi Aku masukin di ekstra part ja...
Terima kasih kepada reader yang mau memberikan vote dan komentarnya.