Wasit memanggil mereka kembali dan melakukan ronde kedua. Karin menyerang lagi lebih dulu. Menendang Marisa bertubi-tubi tapi berhasil wanita itu tangkis. Ia membalas dengan melancarkan pukulan bertubi-tubi ke arah tangan Karin. Berharap wanita itu kesakitan karena serangan Marisa pada tangannya. Karin balik meninju ke arah wajah Marisa bertubi tubi dan berhasil Marisa tangkis, lalu balik melawan dengan tinjunya. Wajah Karin sedikit terkena pukulan Marisa. Karin terus saja menendang ke arah perut Marisa. Penyerangan pada daerah perut, bertujuan untuk melancarkan aksinya. Ide gila itu sudah ia rencanakan sejak lama, yakni membuat Marisa gagal hamil. Ia menendang-nendang perut Marisa agar Marisa mengalami keguguran jika benar saat ini sedang mengandung. Karin mengetahui tanggal menstruasi

