Di tempat lain, Indra yang panik melihat Karin pingsan saat selesai bertanding dengan Marisa itu membawa Karin ke unit gawat darurat rumah sakitnya. Ia mengkhawatirkan keadaan Karin. Indra emosi karena istrinya malah menghajar sahabatnya sampai jatuh pingsan. Indra tidak mengkhawatirkan istrinya, karena Marisa wanita yang kuat dan ia anggap sudah ahli dalam bela diri. Ia menjaga Karin hingga larut malam. Menurut penuturan dokter yang memeriksa keadaan Karin, wanita itu mengalami cedera pada luka bekas operasinya dan kembali harus menjalani perawatan di rumah sakit. Karin membuka matanya dan meraih lengan Indra yang tengah duduk di samping bednya. “Dra,“ lirihnya. Indra yang tengah melamun melirik ke arah sumber suara. “Karin, apa yang lo rasain sekarang?” Indra memeriksa tubuh Karin

