Marisa meminta Reyhan untuk mengambil semua barang penting beserta mobilnya yang masih ada di tempat olahraga. Marisa bersikeras ingin mengemudi mobilnya sendiri untuk pulang ke rumah. Reyhan akhirnya menyuruh asistennya mengambil barang penting Marisa dan mengizinkan wanita itu untuk pulang sendiri. Selang setengah jam, mobil Marisa sudah terparkir di halaman rumah Reyhan. Reyhan menyerahkan kunci mobil dan semua barang pribadi milik Marisa. Wanita cantik yang sudah terlihat lebih segar itu diperbolehkan pulang jika sudah makan terlebih dahulu. Reyhan memaksa untuk menyuapi Marisa dengan ancaman jika tidak mau makan, Marisa akan selamanya dikurung di situ. Reyhan mengancam dengan wajah pura-pura marah yang malah membuat Marisa bukannya takut, tapi tertawa terbahak-bahak. Mereka berdu

