BAB 22

1549 Words

Gusti tersenyum melihat ekspresi anaknya. Ia melajukan mobil menuju klinik milik Santy untuk berkonsultasi pada dokter Obsgin yang paling terkenal dan paling bagus di Jakarta. Mereka datang disambut semua karyawan. Indra membagikan oleh-oleh makanan dan gantungan kunci untuk semua karyawan klinik. Ada karyawan yang bertanya dan merasa heran dengan keadaan Marisa yang kesusahan untuk berjalan. Satu orang dokter Obsgin keluar dari ruangannya menyambut pemilik klinik yang datang untuk berkunjung. “Selamat datang, Bu, Pak.” Marisa menjabat tangan Santy dan Gusti. “Ah, ada Dokter Indra juga dengan istri. Baru pulang dari Spanyol, ya?” tanya sang dokter sambil menjabat tangan Indra dan Marisa. “Iya, Dok. Kami mau mampir sekalian periksa dulu sama Dokter,” jawab Indra. “Lho, sudah hamil, ya?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD