BAB 18

1211 Words

Sinar mentari menyinari ruangan kamar, menembus tirai dan menghangatkan orang yang ada di dalam. Dua sejoli itu masih saling memeluk dan memejamkan mata. Semalam tubuh mereka terasa amat sangat remuk. Pergulatan itu benar-benar melelahkan. Pengantin baru memang sedang hangat-hangatnya dan sangat rajin bercocok tanam. Entah nanti jika sudah menjadi pasangan suami istri yang sudah lama. Mungkin intensitas kegiatan pertarungan mereka akan semakin berkurang. Sekarang mumpung momen honeymoon, tidak ada kegiatan lain selain melakukan adegan bercocok tanam. Paling jalan-jalan dan wisata kuliner. Rasa lapar mendera dan membuat Indra terbangun. Ia mengedipkan mata dan memperhatikan wanita cantik yang berada dalam dekapan. Bibir manis nan hangat mencium kedua mata, kedua pipi, kening, hidung dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD