Chapter 9. Say It

1056 Words

Tempat yang cukup bersih dan rapi meski sepuluh kali lebih sempit dari kamar mandinya. Sepertinya, tidak masalah jika Faza mandi di tempat itu. Yeah, paling tidak, dia akan pulang dalam keadaan bersih dan tidak menjadi bahan lelucon asisten rumah tangga. Faza membuka jas, lalu menggantungnya di belakang pintu. Dia berjalan satu langkah ke depan sambil menarik lepas dasi, kemudian membuka kancing kemeja satu per satu. Tak lupa, dia amankan jam tangan di kabinet. Di rak depannya, perlengkapan mandi tertata rapi. Faza berdecak saat melihat mereknya yang tentu saja tidak sesuai dengan karakter seorang Faza W. Hayes. "Agaknya, aku akan jadi pria feminim setelah keluar dari ini," monolog Faza seraya memeriksa satu per satu perlengkapan mandi si Gadis Pengendus. Satu sudut bibirnya naik. Faza m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD