"Ah capeknya!" Viona merebahkan dirinya ke kasur, beberapa detik berikutnya ia menghela nafas panjang. Ternyata hidupnya seplot twis ini, ia masih tak menyangka jika Asher adalah anak kecil yang ia pernah tolong dulu. Lebih tak menyangka lagi jika dia mendapat pernyataan cinta cowok itu. Viona baru menyadarinya lalu meringis sambil mengacak-acak rambutnya. Ia bingung nanti harus bersikap bagaimana di depan Asher, lagi pula apa yang Asher suka darinya? Viona merasa dirinya tidak terlalu cantik, ia juga merasa tak mungkin juga seorang seperti Asher bisa menyukainya, mereka berbeda dalam segala aspek dan kesetaraan. "Aish. Gue harus bersikap kayak gimana nanti di depan dia." Ia bangun lalu beranjak dari tempat tidur, Viona perlu menyegarkan diri. Setelah menutup pintu kamarnya, ia mengambi

