Akina mendapatkan perawatan yang memang seharusnya dia dapatkan. Tidak ada yang lebih baik ketimbang menomorsatukan keadaan Akina lebih dulu. Roe kini malah semakin dekat dengan keluarga tersebut. Lelaki itu memiliki segalanya untuk membuat masing-masing dari mereka tetap mendapat fasilitas bagus selama bergantian menunggui Akina. Roe menggenggam jemari Ebe yang sangat sigap menjaga Akina. Kenapa Roe membawa Akina agar rawat inap adalah untuk memudahkan psikiatri mengontrol keadaan perempuan itu. Selama seminggu belakangan Roe berkoordinasi dengan Ebe dan psikiatri terpercaya setiap waktu. Perlahan juga mereka mendapatkan metode yang pas untuk Akina, karena Akina tidak terlalu sulit dikendalikan sejauh ini. "Mau masuk?" tanya Roe seraya mengusap pipi Ebe. "Agak takut," jawab Ebe. "Kena

