Selalu ada hal yang menyakiti ketika seseorang memutuskan untuk jatuh cinta dan bersatu dengan komitmen serius. Ada Sisi yang harus ditekan bahkan hingga dibuang hingga salah satu bisa menyalahkan yang lainnya, begitu terus hingga rasa sakitnya memuai dan membuat renggang janji-janji manis di awal. Namun, bagi Darma sedari awal dirinya bahkan tak bisa memberi kebahagiaan untuk Akina. Darma menunggu di depan kamar yang Akina tempati. Perempuan itu histeris tak mereda meski Eve membantunya untuk tenang. Sampai Darma mengalah untuk keluar, Akina baru bisa lebih tenang. Eve yang memang tidak tahu cerita secara terperinci tetap memperlakukan Darma dengan baik. "Mas Darma." Panggil Eve. "Akina..." Eve memberikan senyuman lemah. "Baru mau tidur dan sempet aku suapin makan tadi. Nanti kalau k

