Y

997 Words

“Yakinkan aku kalau semalam itu kesalahan,” pinta Lala parau. Kenio memandang Lala sejenak sebelum mengintip ke dalam rumah. Kepala si upil gajah dan anaknya menyembul sedikit di balik gorden. Memang Kenio meminta Lala berbicara berdua di halaman belakang. Kondisi ruang tamu yang bersekat rak dan ruang tengah yang bersatu ruang makan, memungkinkan telinga-telinga penasaran penghuni rumah ini ikut mendengarkan percakapan mereka berdua. “Soal yang mana?” Kenio mengatur suaranya tenang. Lala merasa cara bicara Kenio seperti orang yang tidak punya salah. Jelas semalam dia mendengar pembantu sialan itu menggoda Kenio dengan menyiratkan akan mengandung adik Kasyaf. Murahan sekali, pikirnya. “Kamu dan pembantu kamu tidak dalam hubungan serius kan?” tegas Lala. Udara pagi ini lumayan hangat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD