I

1030 Words

“Itu, Vi. Itu!” seru Renia sambil menunjuk pasangan muda-mudi yang duduk di dalam kafe bergaya perpustakaan. Vianka menyipitkan mata, memfokuskan netranya pada pasangan yang ditunjuk Renia. Beruntung seluruh lantai dua kafe itu dikelilingi kaca bening, Vianka yang mengamati dari pinggir jalan bisa leluasa memantau aktivitas mereka. “Gue record ya?” Renia menawarkan bantuan. “Boleh aja tapi kalo shoot dari sini pasti kurang jelas hasil videonya.” “Kalo gitu gue ke dalam. Lo tunggu di sini aja.” Sigap Vianka menahan lengan Renia. “Farrel kan kenal lo. Nanti dia curiga.” Mulut Renia membulat. Karena peringatan Vianka, dia memperoleh sebuah ide. “Kalo gitu gue masuk pake wig dan kacamata.” Entah dari sebelah mana kursi belakang, Renia mendapati wig dan kacamata. Vianka dibuat geleng-gel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD