9

1003 Words

Terima kasih kepada ibu mertuaku, sekarang tiga pasang mata terkunci kearahku. Memandangku dengan pertanyaan di wajah mereka seakan mempertanyakan kebenerannya. Berbeda dengan ketiga pemilik pasang mata, Friska memandangku dengan senyum lebar di bibirnya seraya memandangku dan mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Aku baru saja hendak membuka bibirku untuk menjawab kebingungan di wajah mereka. Tapi Morgan lebih cepat mendahuluiku. "Tidak. Bunda salah. Tidak mungkin Clariana hamil..." Aku melirik Morgan. Wajah pria itu menatap lurus ibu yang telah melahirkannya. Apa suamiku itu hendak mengatakan kebenarannya? Jika pernikahan kami tidak sehat? Aku menundukkan kepalaku dan memejamkan kedua mataku. Sepertinya pernikahan ini akan segera berakhir jika Morgan mengatakan hal sebenarnya p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD