“Kota ini tersembunyi, jadi kami tidak biasa bertemu dengan orang asing. Kuharap kalian bisa mengerti,” ujar Julias untuk ke sekian kalinya. Kami telah berada di rumahnya selama beberapa jam dan dia masih belum selesai memberi penjelasan kenapa sikap penduduk kota ini seperti itu. Aku sendiri telah mengerti, mereka hanya waspada karena tak seorang pun selain manusia dan Wizard yang pernah ke sini. Itulah kenapa aku salah paham sendiri mengira kalau ini kota yang terbuka, padahal aslinya merupakan kota tersembunyi. Aku bahkan sudah menyerah memikirkan segala tindakan leluhurku. Kenapa mereka membuat kota manusia, kenapa mereka menyembunyikan banyak hal dan lain-lain. Yang penting kami dapat tempat menginap dan akan diantarkan berbelanja besok. Itu sudah cukup, jadi kami bisa mempersiapk

