Kami memulai kembali perjalanan secepat yang kami bisa, menaiki kereta Pegasus pinjaman dari Dandelion. Karena istana yang menjadi tujuan kami ada di atas langit, akan lebih mudah mencarinya lewat udara juga. Dari atas sini terlihat jelas perbedaan tiap wilayah, terutama iklim dan keadaan langitnya. Berapa kali pun kupikirkan, tetap saja sulit memahami perubahan drastis tersebut. Mungkin karena lewat udara jarak tempuh jadi lebih pendek, tapi masih belum bisa menjelaskan perbedaan geografis yang terlalu signifikan. Kini kami telah berada di atas Blue Rain, dan coba tebak apa yang terlihat dari atas? Hutan tropis dengan curah hujan yang begitu tinggi. Kami sampai harus turun berkali-kali untuk berteduh karena Pegasus kesal sayapnya diguyur oleh hujan. “Kenapa di sini hujan terus?” tanya

