Callia bergerak perlahan. Sangat perlahan. Dan dia segera saja menatap hak sepatu heels nya. Telapak tangannya menempel pada tembok di belakangnya. Lalu dengan perlahan Callia bergerak menyamping. Dalam hati dia merutuk mengapa dia harus mengenakan heels pagi itu. Callia menjangkau ujung koridor dan akhirnya dia bisa bergerak bebas meninggalkan lorong sayap kanan lantai satu kediaman Luciano sambil berharap seseorang tidak memperhatikan tingkah lakunya. Callia mengedarkan pandangannya. Paling tidak dia bisa berlega hati karena tidak menemukan CCTV terpasang di dalam rumah itu. Setidaknya, keluarga itu memang menghargai privasi orang-orang di dalamnya. Di ujung koridor, Callia bergegas menaiki tangga setengah melingkar menuju kamarnya. Tangga kedua setelah tangga utama yang ada di ruang t

