PART 19

1188 Words

Callia menenggak habis segelas penuh air putih yang dia tuang. Dia berdiri di depan sebuah meja marmer di dapur bersih. Malam sangat sunyi hingga dia bisa mendengar detak jam tua di kejauhan. Callia mengusap keningnya yang berpeluh.  Bukan tanpa alasan dia berada di dapur saat jam seperti itu. Dia lupa menyiapkan air minum di kamar. Keheranan menyelimuti kepala Callia. Dia menghitung dalam hati, berapa kali mimpi buruk itu datang? Nyaris setiap malam semenjak dia tinggal di rumah Noe. Dan malam itu malam ke delapan. Callia tidak bisa mengabaikan lagi mimpi yang sama yang terulang bagai roll film yang diputar dengan cerita yang sama dan durasi yang sama. Callia memejamkan matanya. Lalu menggeleng pelan. Dia kembali melangkah menuju kamarnya. Di tangga Callia berhenti. Noe menempati kama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD