Cuaca malam itu terlihat begitu tak bersahabat, awan mendung menutupi pancaran sinran bulan dan gemerlapnya bintang. Mendung terlihat begitu tebal di sertai guntur yang menggelegar menemani isakan seorang gadis dengan penampilan yang begitu berantakan. Ia tengah duduk di sebuah kolong jembatan, kedua tangan ia gunakan untuk memeluk lututnya, menahan hawa dingin dengan isakan yang tertahan. Ia bukan seorang pengemis ataupun gelandangan yang tak memiliki tempat untuk berpulang. Hanya saja hidupnya tak jauh berbeda dengan para gelandangan. Bukan juga penyandang cacat atau gila, Karna dirinya memang masih waras, bahkan sangat waras sampai dia mampu kabur dari sebuah tempat terkutu. Tempat yang memaksa dirinya untuk mengharap belas kasih dari seorang hidung belang, kaya raya untuk member
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


