BAB 27: GERBANG BARU

1958 Words

Caspian Devereux tidak pernah berniat menunda apa pun dalam hidupnya. Bagi pria gila kendali yang selalu menuntut efisiensi tinggi ini, menunggu tiga hari hanya akan membuang-buang peluang taktis. Begitu langkah tegapnya keluar meninggalkan atmosfer emosional di dalam restoran Paman Hasan, ia langsung merogoh ponsel dan menghubungi Arthur. "Cari masjid terbesar di area Edmonton yang paling dekat dari lokasiku sekarang. Aku akan melakukan ikrar itu hari ini juga," perintah Caspian mutlak melalui sambungan telepon nirkabelnya. "Dan ingat, Arthur. Aku tidak mau ada satu pun media atau jemaah umum yang mencium pergerakanku. Atur pertemuan ini secara tertutup." Satu jam kemudian, bertepatan dengan berkumandangnya azan Zhuhur yang syahdu membelah langit kota Edmonton, sebuah kendaraan monster

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD