BAB 23: KEPUTUSAN MUTLAK

1968 Words

Pagi hari di rumah Paman Hasan terasa lebih menyesakkan dari biasanya. Setelah insiden menyelinap subuh tadi, Nabila menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kamar, berpura-pura sedang sibuk agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih lanjut dari Bibi Sari. Namun, pikirannya sama sekali tidak tenang. Fokusnya pecah. Kepalanya terus berputar memikirkan bagaimana Caspian tadi pagi di dalam mobil begitu dominan mengurung ruang geraknya saat tali tasnya tersangkut. Tok. Tok. "Nabila? Ini Bibi. Pamanmu sudah pulang membawa berkas-berkas dari kantor imigrasi. Ayo keluar sebentar, Nak, kita bicarakan ini di ruang tengah." Suara Bibi Sari dari balik pintu membuat Nabila tersentak. Ia buru-buru merapikan jilbabnya, lalu melangkah keluar dengan perasaan campur aduk. Di ruang tengah, Paman Hasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD