Belum sempat Caspian menyelesaikan kalkulasinya tentang bagaimana cara mengeksekusi instruksi dari Paman Hasan, ponsel pribadinya di atas meja marmer bergetar tanpa henti. Rentetan notifikasi masuk bertubi-tubi, disusul oleh sebuah panggilan video darurat dengan enkripsi khusus yang langsung berkedip di layar monitor kerja ruang tengah penthouse-nya. Layar itu menampilkan wajah Victoria dan Mark yang tampak tegang, namun ada binar kepuasan yang sinis di mata mereka. "Caspian! Buka i********:-mu sekarang juga!" Victoria, wanita kelas atas yang statusnya adalah tunangan resmi Caspian, langsung bersuara tanpa basa-basi menyapa. Nadanya melengking tajam menahan amarah. "Kau masuk headline akun gosip terbesar di Edmonton, bahkan sudah merembet ke media nasional!" Caspian tidak langsu

