"Pertanyaan pertama," Arthur menatap tajam Nabila dari balik bingkai kacamatanya. "Di mana dan bagaimana pertama kali Anda bertemu dengan Caspian Devereux? Jelaskan secara kronologis, dan ingat, petugas imigrasi akan mencocokkan setiap gerak tubuh Anda dengan jawaban Anda." Nabila memajukan tubuhnya sedikit, mencoba mengatur napasnya yang mulai memburu. "Kami... kami pertama kali bertemu di Jakarta," suara Nabila terdengar agak bergetar di awal kalimat, membuat Arthur langsung mengerutkan kening tidak puas. Namun, tanpa ada yang menyadari, di balik kaca satu arah yang membatasi ruangan tersebut, sosok Caspian sedang berdiri tegak dengan kedua tangan tenggelam di saku celananya. Tatapan tajamnya mengunci lekat-lekat pada figur mungil berniqab hitam yang tampak tertekan di balik kaca

