DUA TUJUH

1561 Words

Warning 16+ Be smart reader. Fachri tak tau harus apa lagi. Vio tak bisa di temui , orang tua vio melarang mereka berdua. Fachri yang kacau pun menemui damar di club tempat kerjanya dulu. "Kusut amat muka lo, kaya cucian seminggu gak di cuci."ucap damar pada sahabat karibnya itu. "Gw sama kak vio gak di restuin."jawab fachri mengacak-acak rambutnya. "Karna lo brondong?"tebak damar. Fachri hanya mengangguk. "Jangan putus asa dong bro."ucap damar. "Terus gw harus apa?"balas fachri. "Yakinin terus menerus jangan putus asa, datang ke rumah kalo di usir datang aja terus ampe mereka bosen liat muka lo."saran damar. "Segila itu kah?"ujar fachri. "Kalo perlu lo ngemis-ngemis pasang tampang melas kaya orang kelaparan seminggu gak makan. pasti lama lama mereka luluh."ucap damar smab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD