Chapter 9

1087 Words
"Seorang bangsawan, ya? Sepertinya ini adalah tangkapan yang cukup berharga." Suara tersebut bergema di hutan, burung-burung segera terbang menjauh dari sarang yang ada di beberapa pohon di hutan Grain. Harold dan juga Regard juga tidak luput waspada akan kemungkinan yang terjadi, Regrad memegang pedangnya dengan kedua tangannya. Sementara Harold masih menyarungkan pedangnya, namun ia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. "Terimakasih Tuan muda, jika bukan karena Anda. Mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini lagi," ucap Regard dengan nafas yang hampir berhenti karena masih terkejut akan kejadian barusan. "Simpan rasa terimakasihnya untuk nanti, aku tidak akan menolongmu jika kau masih saja ceroboh seperti sebelumnya," jawab Harold. "uh ... maafkan aku" Sementara wujud orang misterius tersebut belum muncul. Regard beberapa kali berteriak dengan keras seperti, "Siapa kau?" dan "Keluarlah kau baj1ngan!!" seperti itulah. Namun, balasan dari Regard adalah suara tertawaan yang keras, itu cukup untuk membuat kesal Regard. "Bangsawan kotor dan pelayannya yang cukup berisik, sepertinya mereka tipe orang yang sulit untuk diajak berbicara." Mendengar suara itu lagi, sontak Harold dan juga Regard mendongakkan kepala mereka ke atas. Tepatnya di atas pepohonan yang ada di depan mereka, disana terdapat beberapa orang yang memakai jubah coklat. Mereka melompat turun, kelompok mereka berjumlah 5 orang. Cukup kecil jika disebut sebagai kelompok, terlebih lagi kapasitas Mana orang yang berada di barisan terdepan sangat besar. Mungkin dia adalah pemimpinnya. "Perkenalkan, namaku adalah Kron. Aku adalah pemimpin dari kelompok ini, kalian mungkin sangat bodoh karena memasuki wilayah kami ini, namun biarkan aku menjelaskan bahwa kelompok kami dikenal sebagai Bandit Treon. Pengguna sihir ilusi yang terkenal!!" Kron memperkenalkan dengan bangga, dan keempat bawahannya yang lain mengangguk-ngangguk seolah-olah setuju dengan apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka tersebut. Tapi, bukankah akan menjadi buruk jika langsung muncul begitu saja di hadapan lawan? Harold ragu apakah mereka benar-benar bandit yang dirumorkan atau bukan, namun cara yang mereka sangat buruk. Lebih efisien jika mereka membunuh target dengan diam-diam. Intinya, mereka semua hanya sekedar kelompok bodoh yang menginginkan ketenaran belaka. "Aku adalah Ceil, wakil pemimpin dari Bandit Treon. Meskipun penampilanku sangat polos, aku cukup mengerikan, lo ...," ucap seorang pria yang memiliki wajah seperti wanita, dia berdiri di sebelah Kron. Harold dan Regard hanya memperhatikan perkenalan mereka yang tidak berguna itu. Terlebih lagi buat apa mereka mengenalkan diri mereka kepada musuh? Itu hanya tindakan kekanak-kanakan yang sangat bodoh. "Jadi siapa yang akan kuurus terlebih dahulu? Si pelayan atau si Tuan bangsawan terlebih dahulu?" Kron mulai mengeluarkan belati dari balik jubahnya lalu diikuti oleh bawahannya yang lain. "Aku akan melindungi Tuan muda, aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh dengan tangan kotor kalian itu!!" Regard langsung mengambil posisi di depan Harold dan memasang sikap bertempur tanpa celah. "Kalau begitu, Ceil! Kau urus pelayan itu. Aku akan mengurus Tuannya yang terlihat lemah itu," ucap Kron. "Heh? Bukankah ketua seharusnya melawan yang lebih kuat?" tanya Ceil dengan heran. "Jangan bodoh, aku sangat membenci bangsawan, aku akan membunuh mereka semua dan menyiksanya hingga mereka akan memohon untuk mati," jawab Kron dengan nada marah. Ceil yang mengetahui alasan dibalik tindakan pemimpinnya itu hanya diam dan mengangguk. "Baiklah, aku akan menyerahkannya padamu ketua. Dan kalian bertiga, akan ikut denganku, karena kelihatannya ketua akan menghadapi bangsawan itu sendiri," ucap Ceil, dan Ketiga bawahan yang tersisa juga segera mengangguk paham. "Kalau begitu mari kita mulai acara utamanya, Delussion Fog!" Kron menjetikkan jarinya, seketika seluruh hutan Grain diselimuti oleh kabut tebal yang menghalangi penglihatan. Mungkin inilah yang dimaksudkan rumor itu, tentang kelompok Bandit yang memiliki kemampuan ilusi. *** Kabut menutupi seluruh hutan Grain setelah Kron menjentikkan jarinya, tidak ada apapun yang terlihat, hanya warna putih dan asap yang dapat Harold lihat di sejauh mata memandang. Namun tetap saja, Harold masih belum tergerak bahkan satu senti pun. Pedangnya masih tersarung rapat dan belum ada tanda-tanda akan mulai ia tarik, bahkan menurutnya, ia tidak perlu menggunakan pedang untuk mengalahkan mereka. Tetapi, kabut ini sungguh merepotkan karena membuat Harold tidak dapat melihat apapun. "Kalian para bangsawan yang selalu bergelimpang harta, tidak pernah mengerti apa yang dirasakan orang kalangan bawah, menatap dengan rendah, dan mencemooh jelata, aku akan mengubah pandangan itu dengan mengalahkanmu yang seorang bangsawan!" Sebuah suara bergema, Harold tidak dapat mendengar asal dari suara tersebut, yang pasti. Dirinya tahu bahwa itu adalah orang yang sama bernama Kron, pemimpin dari sebuah kelompok Bandit yang bernama Treon. Karena ini adalah sihir ilusi buatannya, mungkin saja dia dapat melihat posisi Harold saat ini. Dan bisa saja dia menyerang dari arah yang tidak terduga seperti, belakang, depan, samping kiri dan kanan atau arah arah lainnya. Dan disinilah kemampuan Harold yang akhir akhir ini ia pelajari akan diuji. Ia menutup matanya, dan membiarkan Mana miliknya merembes keluar dari tubuhnya dan menjalar ke segala arah, dari situ Harold dapat merasakan sesuatu apapun itu dari Mana miliknya yang bocor. Seperti keberadaan seseorang, benda yang sulit di jangkau oleh mata, atau sejenisnya. Karena pada dasarnya, Mana adalah bagian dari tubuh. Sehingga dengan membuatnya bocor, maka panca indramu akan ikut menyebar dan Harold memanfaatkan celah tersebut untuk mendapatkan informasi tentang apa yang tidak dapat ia lihat. "Ketemu ...." Harold membuka mata, dan kemudian melompat kesamping dengan cepat saat menyadari ada seseorang yang terjun dengan gesit ke arahnya. Hingga tidak lama kemudian .... SLASH!! Kron menebas tempat Harold sebelumnya berdiri, namun karena ia sempat menghindarinya. Belati Kron hanya mengenai udara hampa saja, Kron nampak terkejut akan hal tersebut, itu bisa diketahui dari kedua matanya yang langsung melebar ketika serangannya meleset. 'Meleset!? Tidak, aku tidak pernah meleset sebelumnya. Apakah pria itu yang menghindar? Tapi dibawah kabut yang tebal ini, bagaimana dia bisa?' pikir Kron, dia menatap kesal ke arah Harold. "Kau beruntung karena seranganku meleset, kali ini aku tidak akan membiarkan itu terjadi untuk kedua kalinya." Kron segera memasang posisi bertarung kembali, tapi dia masih kesal karena Harold masih sama sekali tidak bergerak ataupun mencabut pedangnya. "Apa kau meremehkanku!?" Kron mencoba memprovokasi Harold untuk menggunakan pedangnya, dia tahu bahwa anak seorang bangsawan hanyalah orang lemah yang tidak tahu arti dari kekuatan sesungguhnya, mereka hanya duduk santai di rumah dan membiarkan orang lain untuk bekerja keras demi mereka. "Seperti itulah, menggunakan pedangku hanya untuk meladeni orang sepertimu hanya akan membuat kotor bilah besinya, aku tidak mau itu terjadi," ucap Harold dengan santainya, sambil menyisir debu yang menempel di bajunya. Kron mendecakkan lidahnya dengan kesal, lalu menghilang kembali dalam kabut, meninggalkan Harold sendirian disana, tanpa ada yang menemani. Bahkan Harold sempat khawatir dengan kondisi Regard sekarang ini, tetapi ia masih dapat pastikan bahwa dia masih hidup untuk sekarang ini. 'Aku ingin cepat cepat mengakhiri ini dan kemudian beristirahat.' pikir Harold.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD