Masih di dalam kabut yang tebal, Regard bertarung dengan sengit bersama dengan Ceil dan juga tiga anggota Treon lainnya. Regrad cemas akan kondisi Harold yang sekarang ini bertarung dengan pemimpin dari kelompok mereka, Kron.
Tapi setelah berpikir dua kali, ada orang lain yang mengalahkan Tuan mudanya itu sedikit sulit untuk dipercaya. Regard sudah melihat perkembangan Tuan mudanya selama sepuluh terakhir ini, dan itu sangat menakjubkan.
Kemampuannya bisa di bandingkan dengan Knight kelas Saint atau bahkan lebih tinggi lagi, selain itu umur Tuan muda Harold baru saja menginjak lima belas tahun, dan dia sudah memiliki kemampuan yang begitu hebat, tidak ada julukan lain selain jenius sejati.
Trang!!
Belati Ceil dan bilah pedang Regard bertemu satu sama lain. Menciptakan detingan suara yang nyaring dan percikan kembang api diantara bilah besi yang saling bergesekan tersebut.
Regard menahan dengan sekuat tenaga, meski pria yang bernama Ceil itu penampilannya seperti layaknya perempuan, tapi tenaga yang dimilikinya sangat luar biasa. Hingga membuat Regard kewalahan menghadapinya.
"Fire Rain!!"
Beberapa bola api dilesatkan oleh salah satu anggota Treon di belakang. Semua api itu melayang di atas, lalu berjatuhan hingga menciptakan rentetan hujan api yang cukup menyusahkan. Menyadari hal itu, Regard segera melompat ke belakang, lalu merapalkan sihir, yang kemudian disusul sebuah perisai transparan di tangan kanannya.
Regard menangkis hujan api tersebut dengan mengarahkan perisainya tepat di atas kepala, sehingga api api itu terpental karena tidak dapat menembus perisai transparan tersebut.
"Hee ... kau cukup hebat untuk seorang pelayan biasa, apakah kau mau ikut dengan kelompok kami? Ketua pasti akan memperlakukanmu dengan baik, tidak seperti pria bangsawan yang disana itu" ucap Ceil dengan senyum merekah di wajahnya.
"Sayang sekali aku harus menolaknya, meski kau harus membunuhku. Kesetiaan ku terhadap Tuan muda Harold tidak akan goyah sedikitpun," Regard mengeratkan pegangan pada pedang miliknya. Meski dia kelelahan karena menghadapi empat orang sekaligus, namun dia masih tetap berdiri dengan kedua kakinya yang rapuh.
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu sangat setia dengan bangsawan itu, tapi kau akan mati disini," ucap Ceil, memasang sikap bertarungnya sekali lagi.
"Haha ... itu akan sangat sulit kau tahu,"
Regard menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa menang kali ini. Jumlah musuh lebih banyak, sehingga ia tidak dapat menangani satu per satu. Regard tahu bahwa jika mereka serius, mungkin dia sudah lama mati, tapi mereka sepertinya sedang menunggu ketua mereka selesai terlebih dahulu sebelum membunuh dirinya.
'Setidaknya, aku akan dapat menahan mereka agar Tuan muda Harold dapat kabur dengan aman.' pikir Regard. Meski ia tahu bahwa Harold itu kuat, namun tetap saja ada kemungkinan kalah. Jika saja dirinya dapat mengulur waktu agar Harold dapat kabur, maka Regard akan melakukannya dengan suka rela.
Harold sudah pernah membantunya, seperti melatih teknik pedangnya. Cara memegang pedang yang benar, bahkan dia juga mengajarkan hal yang menurut Regard sulit untuk dilakukan yaitu sihir, karena kapasitas mana miliknya yang rendah membuatnya tidak percaya diri dalam bidang sihir.
Namun Harold mengulurkan tangan kepadanya, dan membantunya keluar dari Keputusasaan. Hasilnya, Regard dapat melakukan sihir meski itu hanya sedikit. Salah satunya adalah sihir perisai yang sebelumnya ia gunakan.
"Matilah Hahaha!"
Ceil melesat kembali ke arahnya, Regard hanya mendecakkan lidahnya. Sambil memasang sikap bertahan yang kokoh, seolah-olah berkata 'majulah aku akan menerima semua seranganmu itu' seperti itulah. Namun, disaat hanya berjarak beberapa meter saja, langkah Ceil terhenti.
Mereka terkejut saat melihat kabut yang dibuat oleh Kron menghilang. Dan Regard dapat melihat bahwa Ceil memasang raut wajah senang disana.
"Lihatlah! Kabut yang dibuat oleh ketua sudah hilang, Tuanmu itu pasti sudah—"
Kalimat Ceil terhenti saat melihat tidak jauh dari posisinya bertarung dengan Regard. Terlihat bahwa Kron tumbang di tanah dengan sangat tidak berdaya, sementara Harold masih berdiri kokoh tanpa luka sedikitpun di sekujur tubuhnya, terlebih lagi dia bahkan belum menarik pedangnya keluar dari sarungnya.
"Tuan muda Harold!" Regard berteriak saat melihat kemenangan telak Tuan mudanya.
"!!?"
Harold yang secara reflek menoleh ke arah Regard, memasang raut wajah yang dingin seperti biasanya. Namun Regard tidak masalah akan hal itu, dia senang karena dapat melihat Harold yang keluar sebagai pemenangnya.
Wajah lega terpasang di wajah Regard. Sementara itu, Ceil dengan menghela nafas kekalahan menjatuhkan senjatanya dan mengangkat kedua tangannya ke atas guna menandakan bahwa dia telah menyerah dan tidak ingin melanjutkan pertarungan lagi, ketiga anggota bandit Treon yang tersisa juga ikut melakukan hal yang sama.
***
Sepuluh menit sebelumnya, dimana Harold masih berada di dalam kabut tebal dan tidak bergerak sedikitpun maupun ada tanda tanda menarik pedangnya. Ia hanya berdiam diri sambil beberapa kali menghindar dari serangan yang dilancarkan oleh Kron.
Kron menghilang dari kabut, dan terkadang dia menembakkan beberapa sihir, seperti tebasan angin, bola api, dan tidak jarang juga dia melempar banyak bola api ke arahnya. Namun, itu semua dapat Harold hindari dengan menggunakan sihir elemen tanah miliknya, Harold membuat dinding tanah yang kokoh sehingga menangkis semua sihir tersebut.
Ini juga dikarenakan hasil latihan Harold selama sepuluh tahun ini, dimana sihir elemen miliknya meningkat meski tidak banyak. Tetapi itu sudah cukup kuat untuk digunakan sebagai penyerang atau membuat pertahanan.
"Apa hanya ini kemampuanmu!?"
Adalah kalimat yang diucapkan Harold, ia mengatakannya dengan lantang untuk membuat Kron keluar dari kabut tebal tersebut. Tapi itu tidak akan menjadi sangat mudah seperti apa yang ia harapkan, Kron tetap menembakkan beragam sihir tanpa henti ke arah Harold.
Dan sama seperti sebelumnya, Harold hanya akan terus menghindar dan terkadang memblokir serangan tersebut.
Hingga tidak lama berlangsung, Kron sudah tidak menembakkan sihir lagi. Kabut tebal juga sudah mulai menipis dan berkurang, menampilkan wajah Kron yang sedang berdiri di depan Harold dengan nafas yang terengah-engah.
Dia kelelahan.
Tidak aneh lagi, Kron sudah berkali-kali menggunakan sihir tanpa henti untuk menyerang Harold. Oleh sebab itu Mana miliknya akan terus dikonsumsi setiap menggunakan sihir.
Mungkin itulah yang membuatnya kelelahan saat ini, ada kemungkinan juga bahwa Kron yang sekarang sudah mencapai batasannya, karena Mana miliknya kering.
"Kau sudah mengetahui perbedaan kemampuan kita bukan? Pecundang sepertimu tetap tidak akan bisa menyentuhku sama sekali, bahkan jika kau menggunakan sihir sekalipun." ucap Harold dengan sarkas, membuat gigi Kron gemetar.
"Bangsawan sepertimu, aku tidak akan kalah dengan seorang bangsawan yang suka menindas rakyat jelata seperti kami."
Terdapat kebencian yang mendalam dari artian kata yang diucapkan oleh Kron tersebut, namun Harold tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan itu. Kron memasang sikap bertarungnya kembali, dengan sebuah belati kecil di tangannya, yang kemudian berlari menuju ke arah Harold.
"Matilah!!!"
****
Karena keluarganya terlilit utang setelah dijebak oleh seorang bangsawan, Kron memutuskan untuk menjadi bandit demi mendapatkan uang secepatnya. Satu demi satu dia rampok, dan secara tidak sadar hutan Grain sudah menjadi wilayah kekuasaannya.
Dan dari situ pula, muncul banyak rumor dan desas desus yang mengatakan bahwa hutan Grain dihuni oleh sekelompok Bandit ilusi yang akan akan pandang bulu untuk membunuhmu.
Tentu saja itu tidak benar, Kron tidak benar benar membunuh mangsanya. Dia dan kelompoknya hanya menjarah harta mereka, lalu membiarkan mereka pergi begitu saja, tidak tahu apakah mereka akan diserang oleh monster ataupun tidak, Kron tidak peduli.
Mungkin saja saat mereka mati karena di serang monster di hutan Grain. Dan dari situ pula, mungkin membuat banyak orang telah beramsumsi bahwa yang membunuh mereka adalah bandit Treon, yang terkenal akan wilayah kekuasaannya yang berada di dalam hutan tersebut.
Jujur saja itu merepotkan, namun Kron tidak ambil pusing atas rumor tersebut.
Dia tidak peduli tentang apa yang dikatakan oleh orang lain tentang dirinya maupun kelompoknya, Kron hanya membutuhkan uang untuk membayar lunas utang keluarganya dan membebaskan ibunya dari jerat bangsawan hina itu.
Dan dari tekad itu, kebencian Kron terhadap para bangsawan mulai muncul dan semakin parah seiring dengan hari yang berlalu.
Setiap Bandit Treon menemukan seorang bangsawan yang melintas di hutan Treon, mereka tidak akan ragu untuk membunuh mereka sekalipun.
Orang orang yang dikumpulkan Kron untuk membentuk kelompok Bandit Treon adalah orang yang memiliki kebencian sama terhadap para bangsawan, jadi mereka mungkin juga tidak akan keberatan jika harus membunuh.
Hingga kemudian, mereka bertemu dengan seorang dari keluarga bangsawan yang sangat terkenal di berbagai daerah, Harold Sieghard.
Bangsawan yang dikabarkan dengan sadisnya memporak-porandakan sebuah Desa hanya karena penduduknya tidak membayar pajak selama satu bulan setengah. Melihatnya saja, membuat hati Kron bergejolak karena marah, seorang yang menyepelekan nyawa manusia sepeti Harold. Kron tidak bisa membuatnya lolos begitu saja.
"Seorang bangsawan ya, sepertinya ini tangkapan yang bagus." Kron langsung melompat turun dari pohon, menatap Harold dengan tatapan kesal.