"Apa kepalamu sudah lebih baikan?"
Kron membuka kedua matanya, mendapati bahwa dirinya tergeletak lemas di tanah. Di temani oleh Ceil dan ketiga anggota Treon lainnya yang melihat dengan rasa cemas dan khawatir. Kron dapat melihat Ceil yang menahan air matanya, dan dari sana Kron menyadari bahwa dirinya sudah membuat mereka bersedih.
Mengambil posisi duduk, Kron melihat ke sekeliling tempat. Mendapati Harold berdiri tidak jauh dari posisinya berada, ditemani oleh pelayannya yang bernama Regard.
Harold menyilangkan lengannya di depan d**a, menatap Kron beserta dengan kelompoknya dengan tajam. Sementara pelayannya Regard, hanya berjaga-jaga dengan berdiri di samping tuannya tersebut.
Berjalan mendekat ke arahnya, Harold merogoh saku dalam pakaiannya. Kron menjadi merinding saat melihatnya, begitupun dengan anggota kelompoknya. Mungkin saja kali ini mereka akan dibunuh karena kejahatannya.
Kron sangat mengetahui dengan jelas apa itu seorang bangsawan. Mereka tidak akan segan memberi hukuman mati kepada orang yang tidak taat dengan perintahnya, Kron pasrah dengan keadaannya yang sekarang ini, dia menahan air matanya yang ingin menetes. Mengingat wajah ibunya untuk terakhir kalinya.
'Maafkan aku... ibu.. '
Rasa penyesalan menyelimuti hati Kron, dia tahu bahwa caranya mendapatkan uang itu salah, namun dilain sisi dia harus tetap bertahan melakukan pekerjaan kotor ini demi dapat melunasi hutang dari seorang bangsawan yang telah menjebak ibunya.
"Oi!"
BRUK!
Disaat Kron berpikir bahwa ajalnya sudah dekat. Sekantung tas dilemparkan ke arahnya, Kron langsung menangkapnya karena reflek. Kemudian dia menatap Harold yang merupakan seorang yang melemparkan kantung tas itu padanya, namun seperti biasa Harold hanya membalasnya dengan tatapan yang dingin.
"Bukalah...!" perintah Harold kepada Kron, dengan raut wajahnya yang dingin seperti biasa.
"...."
Karena posisi Kron saat ini tidaklah diuntungkan, dia mau tidak mau harus mengikuti apa yang Harold suruh, Kron mulai membuka kantung tersebut, dengan menarik salah satu tari pemicu yang ada disana, kantong pun terbuka dan di dalamnya, terdapat banyak sekali benda bewarna kuning yang bersinar-sinar dengan terangnya.
"I-Ini...."
Kron melebarkan saat melihatnya, dia bahkan kehilangan kata kata untuk diungkapkan. Para bawahannya, juga memandangi isi dari kantung tersebut dengan mata yang berbinar karena takjub. Mereka tidak pernah melihat keping emas sebanyak itu, jika dihitung dari nilainya ini mungkin cukup untuk mengisi perut mereka selama sepuluh tahun ke depan tanpa bekerja.
"Aku menghadiahkan itu kepada kalian para sampah untuk memulai hidup baru. Aku tidak ingin melihat wajah kalian di masa depan nanti, jadi aku tidak akan memberi kalian kesempatan untuk kedua kalinya jika hal itu terjadi. Sebagai gantinya, aku akan menyita kuda jelek kalian di belakang sana untuk kompensasi," ucap Harold.
Sementara wajah Kron dan yang lainnya masih tercengang. Harold beserta dengan Regard berbalik, lalu berjalan menuju ke arah kereta kuda usang yang sepertinya adalah milik kelompok Treon.
Mungkin mereka menggunakannya sebagai kendaraan untuk mengangkut barang jarahan dengan mudah. Dan Harold akan mengambil itu sebagai tebusan atas rusaknya kereta kuda miliknya.
"Anu...!!"
Langkah Harold dan Regard terhenti saat mendengar suara teriakan yang datang dari arah belakang. Mereka kemudian menoleh, dan mendapati bahwa seluruh Kelompok Treon dan juga Kron sudah berdiri dengan tegap.
"Terimakasih banyak!!"
Kron beserta yang lainnya menundukkan kepala dengan serius. Dibalik itu, Kron menangis dengan senang karena mendapat sejumlah uang yang pas untuk melunasi semua lilitan hutang ibunya. Ucapannya itu disampaikan dengan tulus kepada Harold, dari lubuk hatinya yang paling dalam.
"Hmph!"
Harold membuang mukanya kembali, dan mengacuhkan rasa terimakasih mereka. Ia berjalan kembali bersama dengan Regard yang terus tersenyum sambil melihat ke arahnya.
"Apa ada yang lucu!?"
"Sama sekali tidak, Tuan muda..."
***
Setelah mendapatkan kembali kendaraan dari bandit Treon. Harold beserta dengan Regard kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke Akademi Notweir, tepatnya adalah kota Granot.
Kini sudah beberapa jam berlalu, dan hari sudah mulai menjelang malam. Matahari terlihat tenggelam setengahnya di ufuk barat, diselingi dengan langit yang bewarna jingga dan suara burung berkicau yang ricuh.
Harold berada di dalam kereta kuda, ditemani oleh beberapa tong yang entah apa isinya itu. Sedangkan Regard seperti sebelumnya, berada di kursi kusir untuk mengendalikan laju kuda. Harold menunggu dengan bosan sambil mengeluarkan pedang yang diberikan oleh Zoe dari sarungnya.
'Tidak buruk' itulah yang dipikirkan oleh Harold sat memeriksa pedang tersebut. Benar apa yang dikatakan oleh Zoe bahwa pedang ini memiliki bahan yang bagus, ketebalannya juga pas dan bilah besi di sisinya juga tajam.
Pedang ini juga akan bertahan lama dan tidak gampang rusak begitu saja. Harold mulai penasaran dengan seperti apa Zoe saat sebelumnya menjadi seorang Knight, masih ada banyak rahasia yang dia sembunyikan.
Di kehidupan yang sebelumnya, Harold tidak terlalu ikut campur dengan mereka semua karena terlalu fokus untuk menjadi Holy-Knight di kerajaan Fuard dan menemui orang tua kandungnya. Namun, kali ini berbeda. Harold yang sekarang menjadi lebih dekat dengan Lilia, Zoe, Regard, dan Bones secara tidak terduga.
Entah sejak kapan, mereka mulai dekat dengan dirinya. Dan perlakuan mereka juga menjadi lebih akrab daripada Harold yang ada di kehidupan sebelumnya.
Jika di kehidupan sebelumnya mereka bersikap kaku dan ada rasa ketakutan, namun untuk yang sekarang ini mereka lebih terbuka pada dirinya, mereka dapat mengekspresikan emosi asli dengan lebih baik.
"Tuan muda, kita sudah sampai ...."
Saat mendengar suara Regard di depan kursi kusir, Harold segera menyarungkan kembali pedangnya. Lalu melihat keluar kereta, tidak jauh di depan mereka terdapat sebuah kota yang nampak gemerlap di tengah-tengah senja ini, kota itu berbentuk melingkar dan di setiap sisinya di lindungi oleh tembok beton besar yang tinggi dan tebal.
Di depan beton tersebut ada sebuah celah yang sepertinya adalah gerbang masuk ke kota. Ada dua Knight penjaga yang berdiri dengan tegap di depannya, dengan masing-masing membawa tombak panjang di tangan kanan mereka.
Karena saat ini hari sudah sepenuhnya malam, tidak ada yang mengantri masuk di depan gerbang itu. Harold dan Regard jadi menjadi lebih mudah untuk mendapatkan akses masuk ke dalam kota.
"Berhenti!"
Salah satu Knight penjaga menghentikan laju kereta kuda yang dikendarai oleh Regard saat sampai di depan gerbang, kemudian Knight itu mendatangi Regard sementara Knight yang satunya memeriksa kereta kuda.
"Siapa dan darimana kalian!?"
"Ah, maafkan aku ...," Regard langsung saja mengambil sesuatu dari balik jubah yang dia kenakan. Itu adalah secarik amplop dan memberikannya kepada Knight penjaga tersebut.
Knight itu menerimanya meski agak terasa mencurigakan, membuka lalu membaca dari atas sampai bawah. Matanya seketika melebar, itu adalah surat untuk masuk ke dalam Akademi Notweir yang sangat ternama. Dari sini Knight tersebut tahu bahwa orang ini adalah orang penting.
Sementara itu, Knight yang lain masih mondar mandir untuk mengecek kereta tersebut. Hingga saat dirinya mengecek ke dalam kereta kuda, matanya melebar karena terkejut, dia melihat Harold Sieghard. Seorang dari keluarga Sieghard yang memiliki reputasi buruk karena kabar yang mengatakan bahwa mereka menyerang sebuah Desa miskin hanya karena hal sepele.
Menyadari itu Knight tersebut langsung berlari terbirit-b***t dan mengambil posisi berdiri di Knight yang sedang memeriksa Regard dengan nafas yang terengah-engah.
"Baiklah, kalian boleh pergi."
"Terimakasih."
Mengembalikan amplop yang berisikan surat tersebut kepada Regard. Regard mulai menarik tali kendali kuda dan masuk ke dalam kota Granot, meninggalkan kedua Knight penjaga di luar sana sendirian dengan ekspresi wajah yang rumit.
"Apa yang membuatmu terengah-engah!?"
"D-di dalam kereta itu, ada seorang bangsawan yang bernama Harold Sieghard"
"Maksudmu ... Keluarga Sieghard yang dirumorkan memporak-porandakan Desa hanya karena warganya tidak membayar hutang selama satu bulan lebih?!"
"Y-Ya!"
Knight tersebut langsung terdiam. Jika dinilai dari situasi sebelumnya, sepertinya pria yang bernama Harold tersebut akan mulai mendaftar masuk ke dalam Akademi Notweir besok pagi.