Bab 1
Pada hari ketujuh setelah memasuki masa pensiun, Zhu Wen terikat dengan sistem penggoda bernomor 233.
Sistem itu mengatakan bahwa ia akan melintasi berbagai dunia untuk menggoda dan menyentuh hati para tokoh antagonis yang telah menghitam (blackened villains) dan hendak menghancurkan dunia.
Selama ia bisa membuat para tokoh antagonis itu mencintainya, mencintainya hingga rela melepaskan nyawa—yaitu, nilai kesukaan mencapai 100 dan nilai kehitaman turun ke 0—maka tugas dianggap berhasil!
【Sebagai bonus pemula, Host (Induk) memiliki kartu identitas kustomisasi, Anda bisa memilih identitas apa saja sesuka hati lho!】
【Teman masa kecil, kembali bersatu setelah berpisah, menikah dulu baru cinta, matahari kecil penyelamat… Sebagai sistem profesional, saya telah menyiapkan 168 set naskah. Host ingin memilih yang mana?】
"Saya pilih…"
Zhu Wen tiba-tiba menggerakkan tangannya untuk memasukkan teks ke kartu identitas.
Sistem 233 merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Gerakan Host terlihat sangat mahir…
【Tunggu! Apa yang sedang Anda lakukan, Host!】
Zhu Wen tersenyum manis sambil menunjuk alat peraga yang sudah mulai berlaku:
"Saya memilih menjadi ibu mereka!"
Membawa serta jeritan 233 yang hampir histeris, Zhu Wen berubah menjadi meteor, jatuh ke ribuan dunia di angkasa tak terbatas—
Bagian Dunia I: Bintang Film
Sejumlah gambar secepat carousel melintas di mata Zhu Wen.
Dunia pertama yang ia datangi adalah sebuah novel hiburan (entertainment).
Tokoh utama wanita (TUW) bernama Zhou Ran, seorang pendatang baru di industri hiburan dengan latar belakang miskin, tetapi cantik dan gigih.
Tokoh utama pria (TUP) bernama Shen Yu, pewaris tunggal Grup Shen yang sombong dan percaya diri.
Novel ini berkisah tentang cinta, kebencian, perpisahan, persatuan kembali, ia lari dan ia mengejar—penuh dengan drama murahan yang tak terhitung jumlahnya, hingga akhirnya mereka bersatu.
… Namun, semua itu bukan fokus utamanya.
Fokus utama buku ini adalah tokoh antagonis terbesar, Shen Mo.
Ia adalah kakak tiri Shen Yu, dan juga pujaan hati (white moonlight) Zhou Ran.
Sebagai aktor cilik berbakat yang tumbuh menjadi Film Emperor, Shen Mo dikenal anggun, rendah hati, mulia, dan hangat—sempurna tanpa cela.
Namun, tidak ada yang tahu bahwa di dalam hatinya, ia selalu cemburu dan membenci adiknya, Shen Yu.
Untuk membalas dendam pada adiknya, ia bahkan berusaha merebut Zhou Ran, kekasih Shen Yu yang sangat dicintai.
Untungnya, pada saat kritis, Zhou Ran mengetahui kebenarannya dan secara terbuka merobek topeng kepura-puraan Shen Mo.
Shen Mo pun kehilangan reputasi, hancur, dan jatuh dari singgasananya.
Namun, Shen Mo tidak menyerah.
Dalam keadaan hampir gila, ia diam-diam mendanai seorang ilmuwan gila untuk meneliti dan menyebarkan Virus M, yang menyebabkan populasi global berkurang 50%!
Melihat dunia yang seperti hari kiamat, Shen Mo seolah telah memenuhi keinginannya, ia tersenyum lalu menelan peluru dan bunuh diri.
Dan Zhu Wen, adalah ibu kandung cannon fodder Shen Mo yang bahkan tidak memiliki nama dalam novel.
Deskripsi tentang dirinya di novel itu hanya beberapa kalimat singkat.
Kira-kira begini: Ia menikah dengan ayah Shen Mo, Shen Xuecheng, dengan memanfaatkan jasa yang pernah ia berikan. Namun, cintanya tak berbalas, yang menyebabkannya gangguan jiwa. Bahkan, saat ia dan Shen Mo yang berusia lima tahun berpartisipasi dalam sebuah acara varietas orang tua dan anak, ia menjadi gila di depan kamera dan menyiksa Shen Mo!
Karena insiden itu, ia dipaksa dikirim ke rumah sakit jiwa untuk dirawat, dan meninggal kurang dari setengah bulan kemudian…
"Pergi! Jangan sentuh aku!"
Bibirnya bergerak-gerak tanpa terkontrol.
Lengannya seolah memiliki kesadaran sendiri, dengan kesal ia mengayunkan sesuatu yang menghalangi dengan keras.
Terdengar suara braaak yang keras, disertai dengan erangan tertahan yang kekanakan.
Zhu Wen terkejut.
Akhirnya, ia melepaskan diri dari kekacauan dan sadar kembali.
Namun, pemandangan di depannya sungguh tak terduga—
Seorang anak laki-laki kecil, yang tampaknya berusia antara 4 hingga 5 tahun, jatuh terduduk di tumpukan barang rongsokan, terlihat sangat berantakan.
Anak laki-laki itu terlahir sangat tampan, rambutnya hitam legam, kulitnya seputih salju.
Garis-garis wajahnya halus dan menawan, seolah-olah mutiara yang ditinggalkan oleh dewa di telapak tangannya.
Namun, mata yang jernih dan bersemangat seperti batu giok itu perlahan memerah.
Memar merah cerah di dahinya tampak mencolok.
Ia memonyongkan bibirnya, dan memanggil dengan nada tangisan:
"Mama, apa Mama baik-baik saja?"
"… Shen Mo?"
Zhu Wen menyadari bahwa ia sedang duduk di tepi ranjang kayu sederhana.
Di dinding sekitarnya tergantung beberapa kamera video yang gelap, lensa dingin mengarah ke dirinya.
Jadi, sekarang adalah masa-masa Shen Mo berpartisipasi dalam acara varietas orang tua dan anak?
Dan hidupnya juga akan memasuki hitungan mundur?
Zhu Wen tidak sempat berpikir panjang.
Ia segera membantu Shen Mo berdiri dan menepuk-nepuk debu di tubuhnya:
"Maaf, tadi Mama sedang tidak sadar."
Zhu Wen ingat, ibu kandung Shen Mo menderita depresi berat dan gangguan bipolar, dan kadang-kadang mengalami gejala mania.
Ketika ia bertransmigrasi, ia memperkirakan ia tiba tepat pada saat serangan penyakit itu.
"Sakit? Kepala pusing tidak? Mau muntah?"
"Aku tidak apa-apa, Mama."
Shen Mo yang penurut, membiarkan Zhu Wen menariknya untuk melihatnya dari kiri ke kanan.
Tidak ada kebencian sama sekali di matanya, seolah tidak masalah terluka oleh ibunya. Wajahnya penuh keterikatan dan kepercayaan.
Namun, penonton yang menonton adegan ini di ruang siaran langsung hampir dibuat gila karena marah!
【Tanya, tanya apa sih! Bukankah seharusnya segera dibawa ke rumah sakit?!】
【Aduh, aku ingin membunuh wanita gila ini! Belum cukup dia gila sendiri! Berani-beraninya dia menyakiti Mo Mo kita!】
【Dewa macam apa yang menyarankan agar anak itu dibiarkan bersama ibu kandungnya?!】
【Sebelum acara: Istri pertama sangat menyedihkan! Setelah acara: Tuan Shen benar berpisah!】
【Saya rasa dia tidak hanya memiliki masalah mental, dia juga sangat kurus tidak normal. Saya curiga dia mengonsumsi n*****a, sarankan untuk diselidiki dengan ketat!】
【Mo Mo-ku yang malang, terluka tapi masih percaya pada ibu kandungnya, bayi malaikat macam apa ini!】
【Mungkin dia tidak pernah bertemu ibu kandungnya sejak lahir, jadi dia punya fantasi tentang ibunya! Mo Mo kita terlalu baik!】
【Akhirnya mengerti mengapa Tuan Shen tidak membiarkan istri pertamanya bertemu anak itu!】
Zhu Wen tidak tahu bahwa ada ribuan orang yang mengutuknya.
Ia menggandeng Shen Mo ke ruang tamu, pertama-tama ia tanpa suara mengamati lingkungan sekitar—
Rumah itu sangat tua, dindingnya belang-belang dan mengelupas, dengan banyak bekas rembesan air.
Di tempat yang bisa dilihat mata, berbagai barang bekas menumpuk hampir mencapai langit-langit, menghalangi sebagian besar cahaya yang masuk dari jendela.
Seluruh rumah terasa suram, lembap, dan samar-samar tercium bau apak—sama sekali tidak nyaman untuk ditinggali.
Zhu Wen mengerutkan kening sedikit, hanya bisa memaksa dirinya untuk mengabaikannya sementara waktu.
"Tunggu sebentar."
Ia melepaskan tangan Shen Mo, dan dari ingatannya, ia mencari kantong kompres dingin di dalam rumah.
Berdasarkan pengalamannya yang kaya, cedera di dahi Shen Mo tidak serius. Kompres dingin sudah cukup untuk meredakan pembengkakan dan rasa sakit.
Zhu Wen menatap wajah kecil Shen Mo yang murni seperti batu giok putih:
“Mungkin akan sedikit sakit. Takut?”
"Tidak takut."
Shen Mo tidak berbohong.
Sepanjang proses pengompresan dingin, ia diam-diam menundukkan bulu mata tebalnya yang seperti kipas kecil, tanpa mengeluh sama sekali.
Maka Zhu Wen membongkar laci dan lemari, dan dengan susah payah menemukan sepotong roti Prancis kecil, memberikannya sebagai hadiah.
Shen Mo dengan patuh mengucapkan terima kasih.
Zhu Wen menepuk kepalanya, lalu bangkit:
“Mama mau ke kamar mandi sebentar, kamu duduk di sini dulu.”
“Baik, Mama.”
Shen Mo melihat punggung Zhu Wen menghilang.
Namun, ia tidak menganggur. Ia berjalan-jalan di sekitar rumah, seperti anak kucing yang penasaran.
Melihat tanaman di balkon yang hampir kering, Shen Mo kemudian memindahkan bangku, menginjaknya, dan menyirami tanaman.
Anak yang begitu lembut dan baik hati membuat hati penonton di ruang siaran langsung luluh, dan mereka kembali mengutuk Zhu Wen tiga ribu kali.
Di sudut mati yang tak terlihat oleh kamera.
Senyum Shen Mo yang tanpa cela di wajahnya perlahan menghilang.
Ia tanpa ekspresi, matanya hitam pekat, dalam, dan tak terduga.
Kemudian, ia mengambil roti kecil yang diberikan Zhu Wen, dan melemparkannya ke tempat sampah di bawah jendela.
【Panduan Membaca! Sorotan】
Novel quick transmigration membesarkan anak, fokus utama pada kasih sayang keluarga, anak-anaknya ada laki-laki dan perempuan, ada yang besar dan kecil.
Setiap dunia ditulis secara mendetail, dan akan ada keterkaitan antar dunia di bagian belakang.
Ada TUP yang terfragmentasi (sliced male lead), tetapi berperan sebagai latar belakang (background board).