Bab 13

767 Words
Felicia mengelus d**a bidang Gerald yang kini telah telanjang dengan bulu d**a yang tumbuh lebat memenuhi d**a itu. Jarinya meraba menelusuri dan meliuk-liuk diatas d**a bidang itu, memainkan bulu-bulu yang rimbun. Membuat Gerald meremang geli. Dipagutnya bibir Felicia yang merah menggoda yang disambut dengan penuh gairah. Dengan bertumpu pada kedua lututnya di samping tubuh gerald.felicia berlutut menghadap gerald. Kedua tangannya merangkul leher Gerald sambil memberikan belaian- belaian yang merangsang. Pagutan mereka semakin intens disertai napas memburu dengan lidah yang saling berbelit dalam rongga mulut mereka. Wanita yang satu lagi membuka penutup tubuh bagian bawah Gerald. Membebaskan benda yang sudah mulai membesar dari sarangnya. Dielus elusnya batang yang berotot itu dengan lidahnya yang basah. " Oughhh.." erang Gerald disela bibirnya yang masih asik berpagutan dengan felicia. mengerjapkan mata merasakan sensasi nikmat. Disusul kemudian dengan suara lenguhan serak ketika batang penisnya dikulum. Dan di kocok- kocok. Gerald yang sudah mulai terangsang. Semakin beringas melucuti penutup p******a felicia. Setelahnya dengan bernafsu tangannya menangkup d**a felicia yang besar dan meremasnya kuat karena gemas. Diarahkannya d**a besar itu kedalam mulutnya dan mulai memain-mainkan lidahnya di puncak d**a yang berwarna merah jambu. " Ahhh........" Desah Felicia merasa nikmat sambil meliukkan punggungnya untuk menggoda Gerald. "..ouchh....asshhh... " Rintihan- demi rintihan nikmat dikumandangkan felicia disetiap sentuhan Gerald. " Kamu memyukainya?" Tanya Gerald tersenyum m***m penuh nafsu. " Yaaa....yaaa...teruskan" desah Felicia. " Bagaimana dengan ini" tangan Gerald merambat masuk dibalik penutup segitiga yang masih melekat di tubuh Felicia. " Oughhh..ohhh yaaa..." erang Felicia. Tangan gerald mengelus-elus belahan v****a felicia. Kemudian di kuaknya lobang kemaluan Felicia dengan menggunakan dua jari membuat Felicia terkesiap & mengerang. kemudian jari-jarinya dikeluarkan dam dimasukkan lagi dengan perlahan berulang ulang dengan tempo yang semakin lama semakin dipercepat disertai desahan dan jeritan nikmat felicia. Disela-sela keasikan Gerald mengobok-obok lubang v****a Felicia. Wanita yang mengulum penisnya sudah bersiap mengangkang diatas batang yang sudah tegang dan keras itu. "Oughhh.." erang Gerald saat batangnya melesat masuk ke dalam lobang v****a wanita itu. "akhhh..ohh. yaaaaahh."Wanita itu pun melenguh nikmat. Mulai menggerakkan badannya untuk mendapatkan sensasi yang lebih nikmat. Desahan- desahan, jeritan-jeritan dan erangan penuh birahi memenuhi ruang vvip ini. Masing-masing tengah sibuk dengan pasangan masing-masing. Para manusia yang telah bertelanjang bulat dan sedang bergumul di berbagai tempat menghentak-hentak di atas sofa hingga suara pertemuan antara dua kelamin mereka terdengar nyaring. Peluh telah membasahi tubuh telanjang mereka dan bau s*x menguar memenuhi ruangan. Tak ada Rasa malu lagi bertelanjang di hadapan banyak orang. Hanya nafsu birahi yang mendominasi mereguk nikmatnya persetubuhan mereka.. Ana pun saat ini tengah mengulum batang p***s si bandot tua. Rambutnya dicengkeram kepalanya ditekan di pangkal paha bandot tua itu untuk mengulum lebih dalam. Ana menerima semua perlakuan bandot tua itu dalam diam, menerima dan melakukan dengan patuh dalam diamnya. Setelah dirinya telah siap. Si bandot tua mendorong Ana ke sofa, dengan brutal dan nafsu birahi yang sudah tak bisa dibendungnya lagi dilucuti semua pakaian yang melekat di tubuh Ana. " Tubuh yang indah.." desis bandot tua itu dengan seringai m***m. Ditengkurupkannya tubuh ana diatas sofa. Dengan tak sabar batang penisnya diserudukkannya ke dalam lobang v****a Ana. "ough...sempitnya punyamu"erang si bandot tua itu.Langsung digenjotnya tubuh itu dengan penuh nafsu. Tubuh Ana dihentak-hentakkan dengan kasar dan menggila. Lubang v****a Ana terasa sangat nikmat. Batang penisnya serasa dihisap kuat disetiap hentakannya. Ana menerima semua hantaman itu tetap tanpa keluar suara dan tanpa reaksi wajahnya tetap datar bagai boneka. " Ougghh...ahkkkhh.." Hanya dalam waktu singkat si bandot tua itu sudah melenguh panjang dan menarik batangnya menyemburkan lahar panasnya diatas b****g Ana. Bandot tua itu msh belum puas mencicipi Ana. Batangnya masih mengeras, dimasukkannya lagi batang itu ke dalam liang v****a Ana. Dibaliknya tubuh Ana untuk menghadap dirinya membuka lebar kedua paha Ana. " Lubangmu sungguh nikmat..ahh..." Kembali di gerakkannya pinggulnya menghentak-hentak menimbulkan suara pertemuan kedua alat kelamin itu. Tak berselang lama pun bandot tua itu mengerang dan melenguh pertanda dirinya sudah menuju puncak. Semburan lahar panas mengalir keluar dr lobang v****a Ana. Pria tua itu terduduk lemah diatas sofa dengan nafas ngos-ngosan kecapean. Perutnya yang membuncit dan berat sungguh membuat dirinya cepat lelah. Staminanya tidak sebanding dengan hasratnya yang masih menggebu. Dirinya seakan tak merasa puas, ingin dan ingin lagi menggempur tubuh Ana. Tapi hanya dengan dua ronde yang singkat saja dia sudah lemas. Padahal dia masih menginginkan Ana. Ditariknya tubuh Ana untuk duduk diatas perut buncitnya. " Kamu itu bagai candu.." ujarnya tangannya membelai kulit halus dan kenyal Ana yang indah bagai pualam. Matanya menatap lapar d**a ranum Ana yang membuncah indah di hadapannya dengan p****g d**a yang menegang menggoda untuk dikulum. Disapukannya lidahnya yang panas keatas p****g d**a itu. Yang langsung membuat Ana mendesah " aahhhh..."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD