Poine berdiri, mencoba memikirkan kalimat yang tepat untuk menggambarkan Maki dan Maniola. Memang kegilaan itu menjadi semakin rumit saat mereka berusaha menjadikan itu kenyataan. Ola kembali merebahkan tubuhnya di rerumputan. Dia sangat lelah hari ini. Kini bahkan sudah menjelang malam. Maki masih tercenung duduk di sampingnya, memikirkan semua kejadian yang baginya tak nyata ini. Diane memainkan rumput-rumput yang bergoyang karena angin, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. “Jadi pada prinsipnya adalah, kamu anakku, dengan wanita yang kunikahi karena kecantikannya dan harus meninggal saat melahirkanmu. Demi sebuah janji, maka aku harus membuatmu menjadi manusia hingga nanti saatnya simpul yang kubuat akan terlepas,” kata Poine sambil menatap Maki penuh dengan kasih sayang.

