Ola menatap kepergian Maki. Tangannya masih terasa nyeri, ada yang aneh pada dirinya. Dia mencoba melakukan telepati pada Macarie, tapi tak ada sahutan sama sekali. Dewi itu tak muncul juga sekarang. Dia mencoba menghilang, tapi dia tak bisa melakukannya. “Ada apa denganku?” Dia berjalan mondar-mandir di samping ranjang. Dia merasakan darahnya mengalir. Bekas luka bakar itu mulai menghilang, tapi masih nyeri dan kemerahan. “Apakah aku benar menjadi manusia?” Dia masih tak percaya dengan semua itu. Dia berjalan menuju meja dapur dan mengambil pisau, mencoba mengiris tangannya. Sakit. Darah mengalir. Tangannya seketika bergetar, pisau itu lepas dari genggamannya. Luka itu memang menutup tapi butuh waktu lama, tidak seperti sebelumnya. Ola terduduk dan merasakan semua berjalan ke arah yan

