Kuncup Bunga

1203 Words

Malam menyapa, aku hendak tidur. Saat mencari sikat gigi dalam tasku, tak sengaja kujatuhkan sebuah dompet kecil, dompet pemberian seorang nenek yang kutolong saat di kereta dulu. Sudah lama rupanya sejak itu, sudah berbulan-bulan, tapi rasanya baru kemarin saja. Kubuka dompet itu, cincin bentuk matahari kukeluarkan. Aku melihatinya, memutar-mutarnya dalam tanganku. Kuperhatikan ukirannya, indah, bersinar, merekah bagai bunga. Sambil rebahan, kuangkat tepat di atas wajahku. Jika cincin ini merekah, bagaimana kalau kuncup? Aku menggerakkan tangan kananku, jari-jariku memainkan rekahan sinar cincin itu, kutekuk satu-persatu, kuratakan seperti ’relativitas’ Albert Einstein. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti, tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD