BAB 7

1703 Words

Lewat tengah malam. Benar, Andre memang menepati janji untuk menelepon kembali. Namun, pada saat jarum jam menunjuk angka satu dini hari. Suara dering ponsel yang tak henti, memaksaku menjawab panggilan. “Halo, Ndre?” “Kemarin, sepulang ngampus kamu jadi ke kos Tania?” “Jadi.” “Setelah itu, kamu langsung pulang?” “Ehm, enggak. Aku mampir ke toserba dulu.” “Toserba? Ngapain?” Aku sontak menjauhkan telepon genggam. Pertanyaan dia ada-ada saja? Memang, apa yang dilakukan orang-orang saat di toserba, selain berbelanja? “Belanja dong, Ndre.” “Terus?” “Terus apa?” “Langsung pulang?” Duh! Gawat, bisa berabe kalau aku keceplosan. “Iyalah,” Aku menyahut percaya diri. “Bener?” “Beneranlah.” “Ya sudahlah, awas aja kalau kamu bohong. Dan, mampir ke tempat lain, tapi nggak ngaku.” Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD