“Kamu anaknya pak Ruslan kan?” wanita itu bertanya kepadaku. “I iya tante, benar saya anaknya bapak Ruslan.” Aku menelan ludah. “Silahkan masuk dulu tante.” Aku mempersilahkan wanita itu untuk masuk dan duduk di sofa. Aku beranjak untuk mengambilkan minuman untuknya. “Ada perlu apa ya tante dengan ayah saya?” tanpa basa-basi aku segera menanyakan maksud kedatangannya. Wanita itu mengangkat cangkir berisi teh hangat yang sudah aku buatkan. Wanita itu belum menjawab pertanyaanku. Dia meneguk terlebih dulu minuman yang sudah di pegang dengan tangan kanannya. Tidak lama kemudian diletakkannya kembali cangkir itu di atas meja. Wanita itu memandangku sejenak sebelum mengeluarkan secarik kertas. Wanita itu tersenyum semb

