Aku terbahak. Sesaat usai mendapati latar tempat mereka berdua berada. “Kau lihat sendiri kan, Nad? Mereka berdua sedang berada di dalam sebuah kamar. Sepertinya—” “Sepertinya, mereka sedang berada di dalam kamar apartemen milik Aira,” Aku melanjutkan kalimat Tania, yang kupotong pada detik itu juga. Lagi-lagi, aku tertawa. Bahkan, Tania sedang memandangku dengan raut ketakutan. Yah! Seolah, dia baru saja mendapatiku seperti orang tak waras. Haha, “Jadi, sejauh itu mereka berselingkuh, Tan?” Aku berucap. Meringis penuh gurat tak menyangka. “Sabar ya, Nad. Beruntung, Andre tak pernah melakukan apa pun padamu.” Sontak, aku mendelik. Membatin. Ah! Iya. Beruntung, Andre tak melakukan apa-apa sewaktu kami sedang berada di dalam rumah berdua saja. Setidaknya, aku tak pernah menyerahkan ap

